AB CHANNEL – Ada pesan yang terdengar lebih keras daripada tepuk tangan peresmian sekolah.Senin (13/7/2026).
Bukan sekadar soal menu makan siang, melainkan tentang amanah yang tersaji di setiap kotak makanan anak-anak Indonesia.
Di hadapan para tamu yang hadir saat meresmikan bantuan presiden untuk SMP Negeri 1 Leuwimunding,
Bupati Majalengka Eman Suherman melontarkan peringatan yang lugas kepada para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dipandang sebagai ladang mencari keuntungan semata.
Menurut Bupati, setelah program kembali berjalan usai libur tiga pekan, hasil pemantauan menunjukkan respons yang menggembirakan.
Anak-anak menikmati makanan yang disajikan dan berharap program tersebut terus berlanjut.
Namun di balik antusiasme itu, ia melihat perlunya pengawasan yang lebih ketat agar kualitas makanan tetap terjaga.
Salah satu usulan yang disampaikannya adalah penyeragaman menu MBG di seluruh Kabupaten Majalengka dalam periode tertentu.
“Saya sudah memberikan masukan agar menu makanan MBG ini di Majalengka coba diseragamkan. Minggu ini menunya apa, minggu depan apa. Biar kita mudah memonitor dan mereka berkompetisi dalam hal kualitas,” ujar Eman.
Menurutnya, menu yang seragam akan memudahkan proses evaluasi. Jika setiap sekolah menerima jenis makanan yang sama, kualitas, porsi, hingga penyajian dapat dibandingkan secara objektif.
Persaingan yang diharapkan bukan lagi soal siapa yang paling murah, tetapi siapa yang paling baik melayani anak-anak.
Namun bagian paling menyentuh dari pernyataan Bupati muncul ketika ia berbicara tentang nurani.
Dengan nada tegas, ia mengingatkan agar tidak ada pengelola yang mengurangi kualitas maupun porsi makanan demi memperoleh keuntungan lebih besar.
Ia menegaskan bahwa komponen keuntungan dan biaya operasional telah diatur dalam regulasi, sehingga tidak ada alasan untuk “memotong” hak anak-anak.
“Jangan hanya mengejar keuntungan. Keuntungan itu sudah diatur berdasarkan ketentuan yang ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah,”tegasnya.Bahkan, Eman menyampaikan pesan moral yang menyentuh hati.
“Bayangkan, anak-anak itu orang yang belum punya dosa. Kalau jatahnya dipotong oleh mitra yang tidak punya hati dan keikhlasan, kasihan. Harus ada rasa takut. Kalau ini dikerjakan dengan ikhlas, bayangkan kebahagiaan yang lahir karena setiap hari kita bisa memberi makan ribuan anak,” ujarnya.
Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Majalengka akan terus mempercepat pelaksanaan program sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.
Tim monitoring akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan setiap makanan yang diterima siswa memenuhi standar gizi, kebersihan, dan kualitas yang telah ditetapkan.Usulan penyeragaman menu juga mendapat sambutan positif dari kalangan sekolah.
Seorang guru di Kecamatan Leuwimunding menilai langkah tersebut akan memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap kualitas makanan.
Menurutnya, apabila menu ditetapkan sama setiap minggu, guru dan komite sekolah akan lebih mudah mencocokkan apakah makanan yang diterima telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Di balik seporsi makanan, sesungguhnya tersimpan harapan sebuah bangsa. Sebab bagi seorang anak, makan bergizi bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan bekal untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Dan bagi mereka yang diberi amanah mengelolanya, setiap butir nasi bukan sekadar anggaran, tetapi titipan masa depan Indonesia.***













