AB CHANNEL – Penanganan kasus Depi Iriyanti, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka yang mengalami stroke di Dubai dan belum dapat dipulangkan ke Tanah Air, kembali menjadi sorotan. Sabtu, 18 Juli 2026
Sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk mengambil langkah lebih serius agar proses pemulangan korban dapat segera direalisasikan.
Ketua Forum Migran Majalengka sekaligus perwakilan Kawan PMI, Raida, menilai persoalan tersebut harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Menurutnya, di tengah kondisi yang dialami Depi, justru muncul polemik terkait dugaan permintaan dana sebesar Rp30 juta yang disebut-sebut untuk proses pemulangan korban.
“Mirisnya, kok ada sesama TKI sampai meminta uang Rp30 juta untuk proses kepulangan, tapi sampai sekarang belum juga pulang,” ujar Raida.
Raida mengaku saat ini telah menerima kuasa dari anak kandung Depi untuk membantu mengawal penyelesaian persoalan tersebut.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dana sebesar Rp30 juta itu ditransfer dalam dua tahap, yakni Rp20 juta pada transfer pertama dan Rp10 juta pada transfer berikutnya ke sebuah rekening atas nama Devi, warga Blok Kedunganyar, Desa Ligung, Kabupaten Majalengka.
Menindaklanjuti informasi tersebut, AB CHANNEL melakukan penelusuran dan berhasil menghubungi pemilik rekening melalui sambungan WhatsApp.
Dalam keterangannya, Devi membenarkan bahwa rekening miliknya menerima transfer dana tersebut.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui persoalan yang sedang berlangsung karena rekeningnya hanya dipinjam oleh kakaknya yang dikenal dengan nama Yuyum atau Dina Ahmad.
Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, AB CHANNEL kemudian menghubungi Dina Ahmad melalui WhatsApp.
Dalam balasannya, Dina menyatakan bahwa persoalan Depi saat ini telah ditangani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.
Ia juga mengaku telah bertemu dengan pihak KJRI serta berkomunikasi dengan keluarga Depi.
“Semua sudah diurus KJRI Dubai. Kemarin pun pihak KJRI sudah ke sini. Jadi tidak ada urusan dengan yang lain-lain. Sama keluarga juga sudah bicara baik-baik. Maaf ya Pak, saya tidak mau memperkeruh keadaan dan jangan ada pihak lain juga yang memperkeruh, karena real-nya baik-baik saja,” tulis Dina melalui pesan WhatsApp. Sabtu, 18 Juli 2026.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan dana Rp30 juta yang disebut digunakan untuk proses pemulangan Depi, Dina tidak memberikan penjelasan secara langsung.
Ia hanya membalas singkat: “Lalu biaya hidup yang stroke di sini apa kabar, Pak?”
Setelah itu, upaya konfirmasi lanjutan dari AB CHANNEL tidak lagi mendapat respons. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya menunjukkan ceklis satu dan belum mendapat balasan hingga berita ini ditulis.
Kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dari seluruh pihak terkait.
AB CHANNEL tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi siapa pun yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.*** (AB)














