Responsif

Abu Vulkanik Ancam Pernapasan Warga, Danramil Talaga Turun Langsung Bagikan Masker

AB CHANNEL — Kekhawatiran terhadap dampak abu vulkanik tak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat.

Di tengah kondisi udara yang berpotensi tercemar partikel abu vulkanik, aparat gabungan di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan warga mendapatkan perlindungan.

Salah satu bentuk kepedulian itu dilakukan dengan membagikan masker kepada masyarakat, Senin (7/9/2026).

Bukan sekadar membagikan masker, kehadiran aparat di tengah warga juga menjadi pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.

Danramil 1704/Talaga, Kapten Inf Asjaya Purnama, bersama anggotanya turun langsung membagikan masker sekaligus mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

Masker menjadi perlindungan sederhana, namun penting, terutama untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Di tengah aktivitas pembagian masker, aparat juga mengajak masyarakat untuk tidak panik.

Warga diminta tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masing-masing.

Terlebih bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah pencegahan yang mudah dilakukan.Kegiatan tersebut turut melibatkan Camat Talaga Agus Heryanto, Kapolsek Talaga AKP Jondry, Kepala Puskesmas Talaga dr. Rini Widyawati, serta Satpol PP Talaga Adang S.

Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan Satpol PP secara bersama-sama menunjukkan adanya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

Bagi masyarakat, langkah tersebut bukan hanya soal masker yang dibagikan. Ada rasa aman ketika melihat aparat hadir langsung di tengah mereka, memberikan imbauan sekaligus memastikan kondisi warga tetap terpantau.

Masyarakat pun diingatkan untuk memperhatikan kondisi kesehatan. Jika setelah terpapar abu vulkanik muncul keluhan seperti gangguan pernapasan, warga diharapkan segera mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

Pesannya sederhana: tetap tenang, jangan lengah, dan lindungi pernapasan.

Di tengah ancaman abu vulkanik, kepedulian dan kesiapsiagaan bersama menjadi salah satu kekuatan penting untuk melindungi masyarakat.*** (Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *