AB CHANNEL – Senja di Desa Palasah, Jumat, 17 Juli 2026 seharusnya tenang. Namun sekitar pukul 17.45 WIB, lidah api tiba-tiba menjilat dari belakang rumah milik Samin di Blok Kamis RT 03 RW 01.
Asap mengepul, membelah langit sore yang mulai meredup.Api itu berawal dari hal kecil. Sisa pembakaran sampah yang dikira telah padam.
Samin meninggalkannya, masuk ke rumah. Tak lama, bara yang tertidur itu bangun. Ia melahap kasur bekas, merayap liar, meminta tolong dengan suara gemuruh.
Warga pun berdatangan. Dengan ember, selang, dan keringat, mereka melawan. Di tengah kepanikan itulah, seragam loreng hadir.
Serda Ade Sobana, Babinsa Koramil 1711/Sumberjaya Kodim 0617/Majalengka, datang bersama rekan dan tim pemadam kebakaran.
Tak ada komando panjang. Hanya gerak cepat, bahu-membahu, antara TNI, warga, dan para pejuang air.
“Kami segera ke lokasi. Berkoordinasi, lalu padamkan bersama warga sampai Damkar tiba,” tutur Serda Ade Sobana dengan napas yang masih tersengal.
Perjuangan itu tidak sia-sia. Pukul 18.49 WIB, api akhirnya tunduk. Padam. Tidak sempat menyentuh rumah tetangga.
Syukur, tidak ada korban jiwa. Namun kobaran itu meninggalkan luka, Kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta.
Setelah api padam, tugas belum selesai. Babinsa tetap tinggal. Mendata, berkoordinasi, dan melaporkan kepada komando.
Menjadi saksi sekaligus penjaga, agar duka tidak bertambah.Kejadian ini menjadi pengingat dari tanah Palasah.
Bahwa bahaya bisa datang dari bara yang kita anggap mati. Dan bahwa di saat genting, sinergi antara seragam dan sarung, antara negara dan warga, adalah penjinak paling ampuh.***
Sumber: Pendim 0617


















