Responsif
Daerah  

Bukan Sekadar Tempat Sampah! TP3SR Panjalin Kidul Jadi Simbol Perlawanan terhadap Sampah

AB CHANNEL — Sampah selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan. Menumpuk, membusuk, mengotori lingkungan, lalu perlahan menjadi ancaman bagi kesehatan. Namun di Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, tumpukan persoalan itu mulai dijawab dengan sebuah langkah nyata.

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3SR) resmi dilaunching pada Sabtu (8/8/2026), di Area Makam Luhur Desa Panjalin Kidul, dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka.

Peresmian tersebut bukan sekadar seremoni. Ada pesan yang jauh lebih besar: bahwa sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola, dimanfaatkan, bahkan menjadi pintu masuk bagi perubahan perilaku masyarakat.

Di tengah persoalan lingkungan yang semakin membutuhkan perhatian, TP3SR diharapkan menjadi salah satu titik awal lahirnya budaya baru di tengah masyarakat—budaya memilah, mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sumberjaya yang diwakili Kasi Trantib Wawan Suhendi, S.Sos., Kapolsek Sumberjaya yang diwakili Aiptu Ucu Syamsul Bahri, Danramil 1711 Sumberjaya yang diwakili Sertu Dwi Singgih, Kepala Desa Panjalin Kidul Dudung Abdullah Yasin, mahasiswa dan mahasiswi KKN-T Universitas Majalengka, serta perangkat Desa Panjalin Kidul.

Kehadiran unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat memperlihatkan satu hal penting: persoalan sampah tidak mengenal batas institusi.

Semua memiliki peran.

Polri sendiri memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sumberjaya AKP Adeng, menegaskan bahwa kepolisian mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, maupun kalangan akademisi.

“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti launching TP3SR ini. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, kepolisian, TNI, dan mahasiswa dalam membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan,” ujar AKP Adeng.

Dari Sampah, Lahir Kesadaran

Lebih dari sekadar fasilitas pengolahan limbah, TP3SR diharapkan mampu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Sebab persoalan sampah sesungguhnya tidak berhenti ketika sampah keluar dari rumah.

Justru dari sanalah persoalan baru bisa dimulai.

Sampah yang tidak dikelola dapat menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai memilah dan mengelolanya secara bersama-sama, sampah dapat memiliki nilai guna dan dampak lingkungan yang lebih kecil.

Karena itu, keberadaan TP3SR di Panjalin Kidul diharapkan tidak hanya menjadi bangunan yang berdiri dan kemudian dilupakan.

Ia harus hidup.

Hidup melalui kebiasaan masyarakat. Hidup melalui kepedulian anak-anak muda. Hidup melalui edukasi. Dan hidup melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, TNI, Polri, serta dunia pendidikan.

KKN-T Universitas Majalengka dan Gerakan dari Desa

Keterlibatan mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut.

Kampus membawa pengetahuan. Masyarakat membawa pengalaman. Pemerintah membawa kebijakan. TNI dan Polri hadir memberikan dukungan.

Ketika semuanya bertemu, lahirlah sebuah gerakan yang tidak hanya berbicara tentang sampah, tetapi juga tentang masa depan lingkungan desa.

Harapannya, TP3SR mampu mendorong lingkungan Desa Panjalin Kidul menjadi lebih tertata, bersih, dan sehat. Sebab perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Kadang, ia dimulai dari satu tempat kecil. Dari satu desa. Dari satu kebiasaan. Bahkan dari satu sampah yang tidak lagi dibuang sembarangan.

Dan dari Panjalin Kidul, pesan itu kini mulai digaungkan: menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu orang, bukan tugas satu lembaga, tetapi tanggung jawab semua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *