banner 728x250
Daerah  

Disebut Lahir di Majalengka dan Sumedang, Ini Jejak Pengabdian H.R. Nuriana, Gubernur Jabar di Era 90-an

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL– Dalam perjalanan sejarah Jawa Barat, nama Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. R. Nana Nuriana tercatat sebagai salah satu pemimpin yang meninggalkan jejak penting dalam pembangunan daerah.

Selama dua periode memimpin sebagai Gubernur Jawa Barat ke-11 pada 1993 hingga 2003, ia mengawal berbagai perubahan strategis yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan provinsi terbesar di Indonesia tersebut.

banner 325x300

Lahir pada 17 April 1938, H.R. Nana Nuriana wafat pada 11 Juli 2024 di Bandung dalam usia 86 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, sebagai penghormatan atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Meski demikian, terdapat perbedaan catatan mengenai tempat kelahirannya.

Sejumlah sumber sejarah dan pemberitaan menyebut Nana Nuriana berasal dari Kabupaten Majalengka, sementara biografi resmi yang banyak dijadikan rujukan mencatat beliau lahir di Kabupaten Sumedang.

Perbedaan informasi tersebut masih menjadi bagian dari catatan sejarah yang kerap dibahas dalam berbagai referensi.

Sebelum memasuki dunia pemerintahan sipil, Nana Nuriana meniti karier panjang di lingkungan militer.

Ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi pada periode 1991–1993, sebelum kemudian mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.

Di bawah kepemimpinannya, Jawa Barat memasuki fase penting dalam sejarah administrasi pemerintahan.

Salah satu tonggak bersejarah adalah proses pemekaran Provinsi Banten yang resmi berdiri sebagai provinsi tersendiri pada tahun 2000.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam peta pemerintahan di Pulau Jawa.

Selain itu, Nana Nuriana juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendorong pengembangan kawasan Jonggol sebagai calon ibu kota negara, sebuah gagasan besar yang sempat menjadi perhatian nasional pada masanya meski akhirnya tidak terealisasi.

Perjalanan hidup H.R. Nana Nuriana menjadi cerminan pengabdian seorang prajurit yang melanjutkan baktinya melalui jalur pemerintahan.

Dari barisan hijau TNI hingga ruang pengambilan kebijakan di Gedung Sate, ia meninggalkan warisan sejarah yang masih dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang pembangunan Jawa Barat.

Waktu telah berlalu, kepemimpinan silih berganti. Namun dalam lembar sejarah Tatar Pasundan, nama H.R. Nana Nuriana tetap tercatat sebagai sosok yang turut mengukir arah perjalanan Jawa Barat menuju babak baru pembangunan dan perubahan.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *