banner 728x250
Daerah  

Di Bawah Bayang Videotron yang Runtuh, Ada Nyawa yang Pergi, Polisi Lakukan Penyelidikan

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL– Langit di Bundaran Cigasong masih sama, namun suasananya tak lagi serupa. Senin, 27 Juli 2026.

Sejak videotron raksasa itu roboh dan merenggut nyawa seorang pengendara muda, ruang publik dipenuhi duka, sementara aparat mulai menelusuri jejak penyebab di balik runtuhnya konstruksi yang semestinya berdiri kokoh.

banner 325x300

Kini, tragedi tersebut memasuki babak penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Polda Jawa Barat.

Penanganan perkara berada di bawah kewenangan Satreskrim, bukan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas.

Hal itu mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut ditangani dalam konteks dugaan kecelakaan kerja, bukan sekadar kecelakaan lalu lintas.

“Penanganannya oleh Reskrim, karena ini masuk kategori kecelakaan kerja,” ujar Ipda Endri Wibowo, Senin (27/7/2026).

Namun, di balik besi yang patah dan puing yang berserakan, satu demi satu cerita mulai muncul dari warga yang setiap hari menjadi saksi bisu keberadaan videotron tersebut.

Mereka mengisahkan bahwa beberapa hari, bahkan sekitar sepekan sebelum insiden, konstruksi itu disebut sudah memperlihatkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Saat angin berembus kencang melintasi Majalengka, rangka videotron dikabarkan tampak bergoyang, seolah memberi isyarat yang belum sempat dibaca.

Kesaksian lain pun menambah lapisan misteri. Beberapa warga mengaku melihat adanya aktivitas teknis pada bagian bawah konstruksi hanya beberapa jam sebelum videotron ambruk.

Mereka menyebut adanya proses pembongkaran atau pembobokan di area fondasi yang kini menjadi perhatian penyidik.

Jika informasi tersebut terbukti dalam proses hukum, maka pertanyaan besar pun mengemuka.

Apakah videotron itu roboh semata karena terpaan alam, atau justru ada kelalaian dalam pekerjaan, pengawasan, maupun penerapan standar keselamatan konstruksi?Di titik inilah penyelidikan menjadi sangat penting.

Sebab setiap baut yang terlepas, setiap retakan yang terabaikan, bisa menjadi potongan jawaban atas sebuah tragedi yang telah merenggut satu nyawa.

Status penanganan sebagai dugaan kecelakaan kerja membuka ruang penyelidikan yang lebih luas.

Aparat akan menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran prosedur teknis, kelalaian dalam pengawasan, hingga tanggung jawab pihak pengelola, vendor, maupun pemilik konstruksi.Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto, memastikan bahwa proses penyelidikan terus berjalan.

Tim penyidik bersama Inafis telah turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan bukti, memeriksa tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan dari berbagai pihak.

“Kita lakukan penyelidikan. Anggota sudah turun ke tempat kejadian perkara (TKP), menjenguk korban, dan Tim Inafis juga sudah melakukan olah TKP,” ujarnya.

Menurutnya, fokus penyelidikan tidak hanya mencari penyebab teknis robohnya videotron, tetapi juga mengungkap apakah terdapat unsur pidana yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

“Kami akan mengusut tuntas penyebab kejadian ini. Semua pihak yang berkaitan akan dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan,” tegasnya.

Tragedi di Bundaran Cigasong menjadi pengingat bahwa setiap bangunan yang menjulang membawa amanah besar keselamatan manusia.

Ketika sebuah konstruksi runtuh, yang roboh bukan hanya besi dan beton, tetapi juga rasa aman masyarakat.

Kini, publik menanti agar proses hukum mampu menghadirkan jawaban, sehingga duka yang tertinggal tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran agar tragedi serupa tak kembali terulang.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *