AB CHANNEL- PT Patra Drilling Contractor (PDC) dan Fungsi Upstream Innovation PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mengimplementasikan teknologi berbasis microalgae sebagai solusi penurunan emisi karbon dioksida (CO₂) di fasilitas hulu migas dengan kapasitas daya serap terbesar CO2 0,11 MMscfd (volume microalgae 12.000 liter).
Implementasi skala uji coba yang dilakukan di Stasiun Pengumpul (SP) Subang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Area, menjadi salah satu upaya dalam mendukung target penurunan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia 2030 dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor energi.
Teknologi ini memanfaatkan kemampuan microalgae dalam menyerap karbon hasil proses produksi gas sehingga emisi yang sebelumnya dilepas ke atmosfer dapat dimanfaatkan menjadi biomassa yang bernilai tambah.
Selain berkontribusi pada upaya dekarbonisasi, biomassa yang dihasilkan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai soil enhancer atau pembenah tanah untuk mendukung program bioremediasi lahan.Sr. Manager Subang Field, Despredi Akbar, mengatakan implementasi teknologi microalgae menjadi salah satu langkah inovatif dalam mengoptimalkan pengelolaan emisi di fasilitas operasi migas.
“Melalui implementasi teknologi microalgae, kami berupaya menangkap sebagian emisi CO₂ hasil proses produksi sehingga dapat mengurangi karbon yang dilepas ke atmosfer. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan dalam skala yang lebih besar sehingga memberikan kontribusi yang semakin signifikan terhadap upaya dekarbonisasi sektor energi,” ujar Desprendi.
VP Project PDC, Achmad Rifai, mengatakan keberhasilan implementasi skala uji coba tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi dan implementasi teknologi mampu menghadirkan solusi yang aplikatif untuk mendukung transformasi energi nasional.
“Keberhasilan implementasi ini menunjukkan bahwa solusi dekarbonisasi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dan aplikasi teknologi yang tepat. Data operasional yang diperoleh selama masa uji coba akan menjadi dasar penting dalam pengembangan teknologi ini pada fasilitas migas lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” kata Achmad.
Dalam proyek ini, PDC berperan dalam pelaksanaan rekayasa teknik (engineering), pengadaan, konstruksi, instalasi, hingga skala uji coba pada sistem microalgae.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi rendah karbon yang dapat diterapkan pada fasilitas operasi migas lainnya.
Keberhasilan implementasi ini menjadi langkah awal dalam memperoleh validasi teknologi dan data operasional sebagai dasar pengembangan sistem photobioreactor Algatek Karbon dengan kapasitas yang lebih besar dari 79% penyerapan CO2 atau lebih besar dari 0,11 MMscfd.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan emisi CO₂ secara lebih signifikan sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional dan transisi menuju industri energi yang lebih berkelanjutan.
“PDC siap menjadi yang terdepan dalam kolaborasi pengembangan proyek carbon capture and utilization berbasis microalgae, termasuk pemanfaatannya sebagai solusi bioremediasi untuk meningkatkan kualitas tanah. PDC juga siap menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi program kredit karbon di lingkungan Pertamina,” tutup Achmad Rifai***



















