banner 728x250

KDM Sidak Truk Pasir di Kertajati, Tegur Sopir hingga Janjikan Pekerjaan Baru untuk Buruh Bongkar Muat

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL – Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali terlihat saat melakukan peninjauan di wilayah Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (30/7/2026).

Dalam kunjungannya, Dedi menghentikan sebuah truk tronton bermuatan pasir yang diduga mengangkut muatan melebihi batas tonase yang diizinkan.

banner 325x300

Tak hanya menegur sopir truk, Dedi juga mendatangi para pekerja bongkar muat pasir yang beraktivitas di pinggir jalan, tepatnya di pertigaan Kertajati menuju kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Di hadapan para sopir dan pekerja, Dedi menjelaskan bahwa kendaraan yang mengangkut beban melebihi kapasitas menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

Menurutnya, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Momen tersebut diunggah melalui kanal YouTube pribadinya. Dalam video itu, Dedi menegaskan bahwa jalur jalan provinsi dari wilayah Kertajati menuju arah Indramayu tidak lagi diperbolehkan menjadi lokasi aktivitas bongkar muat pasir yang diduga ilegal.

Namun demikian, ia menyampaikan bahwa penutupan dilakukan setelah material pasir yang saat ini berada di lokasi habis sehingga tidak menimbulkan persoalan baru bagi para pekerja.

“Dari Kertajati hingga Indramayu dilarang (ada lokasi bongkar muat pasir ilegal),” ujar Dedi Mulyadi, sebagaimana dikutip AB CHANNEL, Sabtu (1/8/2026).

Di tengah ketegasan penertiban tersebut, Dedi juga menawarkan solusi bagi para buruh bongkar muat yang terdampak.

Ia mengaku siap mempekerjakan delapan orang pekerja untuk membantu membersihkan saluran air di sepanjang jalan provinsi.

“Daek kerja ngabersihan saluran di jalan provinsi kena mawa sapu, digajih 130 rebu sapoe,” kata Dedi, yang berarti, “Mau bekerja membersihkan saluran di jalan provinsi, nanti bawa sapu, digaji Rp130 ribu per hari.”

Tawaran itu langsung disambut antusias oleh delapan pekerja yang mengaku berasal dari Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menertibkan kendaraan bertonase berlebih sekaligus menghentikan aktivitas bongkar muat pasir yang dinilai berpotensi merusak jalan provinsi.

Di sisi lain, Dedi berupaya memastikan para pekerja tetap memiliki kesempatan memperoleh mata pencaharian melalui pekerjaan yang disiapkan pemerintah.*** (AB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *