AB CHANNEL – Malam itu seharusnya berakhir seperti biasa. Lampu minimarket masih menyala, rolling door telah diturunkan setengah, dan para karyawan bersiap menutup hari setelah melayani pelanggan terakhir.
Dalam hitungan menit, ketenangan di sebuah minimarket di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, berubah menjadi kepanikan. Dua pria tak dikenal datang membawa ancaman di tangan mereka. Helm menutupi wajah, masker menyembunyikan identitas, sementara pistol yang mereka genggam seolah menghapus rasa aman yang tersisa.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 23.22 WIB.
Rekaman CCTV memperlihatkan kedua pelaku bergerak cepat memasuki toko. Tak ada banyak kata. Yang terdengar kemudian hanyalah bentakan, kepanikan, dan dentuman senjata yang memecah sunyi malam.
Salah seorang karyawan, Ahmad Lutfi, masih mengingat jelas detik-detik yang membuat bulu kuduk merinding.
“Pelaku dua orang, menggunakan helm semua, pakai masker, berjaket. Masing-masing bawa pistol,” tuturnya, Selasa (28/7/2026).
Ketika salah satu pelaku menodongkan senjata ke arah kasir, suasana berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah tembakan dilepaskan. Meski pelurunya tidak mengenai sasaran secara langsung, serpihannya melukai salah seorang karyawan.
Di bawah ancaman senjata, para pegawai dipaksa menunjukkan lokasi brankas penyimpanan uang.
Di tengah kekacauan itu, seorang karyawan bernama Irawan memberanikan diri berlari keluar untuk meminta pertolongan warga. Namun keberanian itu harus dibayar mahal.
Peluru melesat dan menghantam punggungnya.
Di sudut lain, nasib yang lebih tragis menimpa Gilang, yang saat itu berada di ruang brankas. Ia menjadi sasaran tembakan pelaku hingga peluru bersarang di kakinya.
“Yang parah atas nama Gilang. Dia ditembak di bagian kaki dan pelurunya masih ada di kakinya,” ungkap Lutfi.
Hanya sekitar tiga menit. Waktu yang begitu singkat, tetapi cukup untuk meninggalkan luka yang panjang.
Setelah menguasai situasi, kedua pelaku membawa kabur uang tunai yang berada di dalam brankas. Tak satu pun barang dagangan disentuh. Sasaran mereka hanya uang.
Kerugian akibat aksi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp7 juta.
“Yang dibawa uang saja, barang-barang tidak ada yang diambil,” tambah Lutfi.
Usai kejadian, kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit. Irawan menjalani penanganan medis akibat luka tembak di bagian punggung, sementara Gilang masih dirawat intensif dan dijadwalkan menjalani operasi karena proyektil peluru masih bersarang di kakinya.
Kini, jejak para pelaku masih diburu. Satreskrim Polres Majalengka terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap kedua pria bersenjata tersebut.
“Masih dalam penyelidikan dan pendalaman,” ujar Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Udiyanto.
Peristiwa ini menjadi luka baru sekaligus peringatan bahwa kejahatan dapat datang ketika malam hampir usai. Di balik pintu minimarket yang hampir tertutup, ada pekerja yang hanya ingin pulang menemui keluarga, tetapi justru harus berjuang melawan rasa sakit akibat kebrutalan pelaku.
Tiga menit mungkin terasa singkat bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Namun bagi para korban, tiga menit itu akan menjadi kenangan yang membekas seumur hidup.



















