Daerah  

Anaknya Dibacok Saat Gagalkan Aksi Pencurian, Warga Majalengka Ngadu ke KDM: ‘Rp11 Juta Hutang ke Mana-mana Untuk Bayar RS’

AB CHANNEL – Subuh yang seharusnya tenang mendadak berubah menjadi tragedi. Niat keluar rumah untuk membeli sarapan, seorang warga justru menyaksikan sekelompok orang yang diduga hendak melakukan pencurian. Sabtu, 8 Agustus 2026.

Teriakan maling!” pun pecah.

Namun keberanian itu harus dibayar mahal. Sang anak yang ikut berusaha menggagalkan aksi tersebut justru menjadi sasaran kekerasan. Ia dibacok hingga mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Bagi keluarga, persoalan belum berhenti di luka yang harus disembuhkan. Setelah kejadian, datang persoalan lain yang tak kalah berat yakni biaya pengobatan.

Warga Desa Rajagaluh Lor, Kabupaten Majalengka, yang disebut bernama Babas, mengaku harus mencari pinjaman ke sanak saudara hingga tetangga demi membayar biaya rumah sakit sang anak.

Kisah pilu tersebut kemudian disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM.

Dalam video yang dikutip AB CHANNEL dari akun TikTok pribadinya, KDM mengungkapkan besarnya biaya yang harus ditanggung keluarga.

“11 juta dibayar (biaya RS), di bapak hutang ke mana-mana,” ujar KDM.

Cerita itu menggambarkan bagaimana sebuah kejadian kriminal tidak hanya meninggalkan luka secara fisik, tetapi juga dapat menyeret keluarga korban ke dalam persoalan biaya pengobatan.

Menanggapi hal tersebut, KDM menegaskan bahwa korban pembegalan, kekerasan maupun penganiayaan harus mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ia bahkan menyampaikan telah memberikan penegasan kepada jajaran kesehatan dan rumah sakit di Jawa Barat agar korban tetap dilayani.

Saya sudah penegasan kepada Dinas Kesehatan, seluruh rumah sakit negeri dan swasta apabila ada korban pembegalan, kekerasan, penganiayaan, layani. Biaya yang ditimbulkan ditanggung Pemprov Jabar, tegas KDM.

Kisah warga Majalengka ini pun kembali membuka mata bahwa bagi korban kejahatan, luka bukan satu-satunya persoalan.

Ada keluarga yang harus mencari pinjaman, ada orang tua yang kebingungan mencari biaya, dan ada harapan agar negara hadir ketika mereka berada di titik paling sulit.

Sebab ketika seseorang terluka karena berusaha melindungi lingkungannya dari kejahatan, jangan sampai setelah lolos dari ancaman kriminal, keluarganya justru harus berhadapan dengan ancaman lain: jeratan utang biaya pengobatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *