AB Channel – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka pelaksanaan Upacara Adat Mapag Cai Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Tahun 2026, Sabtu (25/07/2026) di lokasi Wisata Situ Ciranca. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang telah dijalankan secara turun-temurun sejak berdirinya Desa Teja pada tahun 1780 Masehi.
Dalam sambutannya, Bupati Eman mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Teja beserta seluruh panitia yang secara konsisten melestarikan tradisi tahunan ini. “Mapag Cai adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan kekayaan alam berupa tujuh sumber mata air yang telah menghidupi masyarakat Desa Teja selama berabad-abad,” ujarnya.
Ritual dalam upacara ini meliputi pembersihan sumber mata air dan doa bersama agar aliran air senantiasa lancar dan membawa berkah. Nilai filosofis yang terkandung di dalamnya mengingatkan kembali bahwa air adalah sumber kehidupan, dan menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa adat budaya adalah jati diri masyarakat. Melalui Mapag Cai, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar tidak tergerus zaman.
Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Desa Teja. Perpaduan antara pesona wisata alam Situ Ciranca dengan wisata budaya Mapag Cai diyakini dapat menjadi daya tarik unggulan di Kecamatan Rajagaluh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kebangkitan UMKM warga sekitar.
”Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen penuh mendukung pelestarian tradisi serta pengembangan desa wisata, agar kekayaan budaya kita semakin dikenal luas,” tegasnya.
Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber mata air dan lingkungan hidup, menanam serta merawat pepohonan, dan tidak mencemari aliran sungai, sehingga manfaatnya tetap bisa dinikmati anak cucu di masa mendatang.
Semangat kebersamaan dalam Mapag Cai ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Majalengka Langkung Sae”. “Mari kita pererat tali silaturahmi, dan bersama-sama hayuk juang saékeun Majalengka!” ajaknya di akhir sambutan.
Upacara ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Rajagaluh beserta unsur Forkopimcam, Kepala Desa Teja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga setempat, serta perwakilan Himpunan Mahasiswa Majalengka (Himmaka) Bandung.***
Reporter : Aris









