AB CHANNEL – Sebuah layar yang sejatinya menjadi jendela informasi publik, mendadak berubah menjadi ruang yang mengundang tanda tanya. Tayangan tidak pantas yang muncul pada videotron milik Pemerintah Kabupaten Melawi bukan hanya mengejutkan masyarakat, tetapi juga menjadi ujian bagi tata kelola teknologi di era digital.
Menjawab kegelisahan publik, Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar konferensi pers pada Selasa (28/7/2026). Di Aula Convention Hall Bupati Melawi, Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Salvator Ronal Suhirman, S.P., M.Si., menyampaikan penjelasan resmi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat.
Di hadapan awak media, Malin menegaskan bahwa pemerintah tidak memilih diam ketika laporan pertama datang. Justru sebaliknya, setiap menit menjadi begitu berarti untuk menghentikan tayangan yang tak semestinya tampil di ruang publik.
“Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas insiden tayangan yang tidak pantas pada videotron milik pemerintah. Sejak laporan pertama diterima, kami langsung mengambil langkah cepat untuk menghentikan tayangan tersebut dan melakukan investigasi secara menyeluruh,” ujarnya. Dikutip dari Kalbaronlinr.com
Hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa videotron sebenarnya dijadwalkan menyala secara otomatis melalui sistem timer pada pukul 13.00 WIB. Namun, hanya empat menit kemudian, tepatnya pukul 13.04 WIB, laporan masyarakat mulai berdatangan mengenai munculnya tayangan yang tidak semestinya.
Waktu seolah berpacu. Hanya berselang satu menit, pada pukul 13.05 WIB, tim teknis Diskominfo langsung melakukan takedown melalui sistem dan perangkat keras di lokasi. Seluruh proses penanganan berlangsung di bawah pengamanan personel Polres Melawi.
Namun bagi pemerintah, menghentikan tayangan hanyalah langkah pertama. Yang lebih penting adalah menemukan bagaimana semua itu bisa terjadi.
Malin menegaskan, investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan prosedur. Pemerintah memilih menelusuri fakta, bukan membangun dugaan.
“Kami memastikan proses investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur. Pemerintah tidak akan berspekulasi sebelum seluruh fakta dapat dipastikan melalui proses penyelidikan yang sedang berlangsung,” tegasnya.
Jejak digital pun mulai ditelusuri. Tim teknis menemukan adanya aktivitas yang dianggap mencurigakan sekitar pukul 12.04 WIB, hampir satu jam sebelum videotron aktif secara otomatis.
Dari hasil pemeriksaan sementara, penyelidik menemukan sejumlah indikator yang kini masih didalami, di antaranya penggunaan akun Instagram dengan nama pengguna @admingovx, tautan waymauri.onrender.com, serta alamat IP 177.104.206.251 yang berdasarkan data WHOIS terdaftar pada penyedia layanan internet di Brasil.
Meski demikian, Malin menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih berupa petunjuk awal dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan siapa yang berada di balik insiden tersebut.
“Informasi tersebut masih merupakan bagian dari proses investigasi dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan identitas ataupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini,” katanya.
Untuk mengungkap kebenaran secara utuh, Pemerintah Kabupaten Melawi telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres Melawi. Penyelidikan akan mencakup pengumpulan bukti digital, analisis forensik, hingga penelusuran sumber serangan secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman di era digital tak selalu datang dengan suara. Kadang ia hadir melalui celah yang tak terlihat, menyelinap ke dalam sistem, lalu mengusik kepercayaan publik.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Melawi memastikan akan memperkuat sistem keamanan teknologi informasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sebab di balik setiap layar yang menyala, tersimpan amanah untuk menjaga informasi tetap benar, ruang publik tetap bersih, dan kepercayaan masyarakat tetap terpelihara.***



















