AB CHANNEL— Ada pemandangan berbeda di Mapolres Majalengka, Rabu (26/8/2026). Sebanyak 210 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah Kabupaten Majalengka berkumpul bukan sekadar untuk menerima bantuan, tetapi membawa peran baru dalam menjaga keamanan daerah.
Mereka resmi dirangkul Polres Majalengka melalui pembentukan Ojol Kamtibmas Balad M.A.S. (Sahabat/Saudara M.A.S).
Apel yang digelar di Lapangan Apel Mako Polres Majalengka itu dipimpin langsung Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. Kehadiran Wakapolres Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., jajaran pejabat utama hingga para Kapolsek membuat momentum tersebut terasa semakin istimewa.
Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya jumlah peserta yang mencapai ratusan orang.
Helm dan Jaket Ojol Kini Punya Misi Baru
Di balik helm dan jaket yang setiap hari digunakan untuk mencari nafkah, para pengemudi ojol kini diajak mengambil peran lebih besar.
Kapolres Majalengka meminta para driver menjadi “mata dan telinga” Polri di tengah masyarakat.
“Helm, jaket, dan atribut yang rekan-rekan gunakan adalah simbol perjuangan mencari nafkah untuk keluarga. Karena mobilitas rekan-rekan sangat tinggi dan bersentuhan langsung dengan warga, kami mengajak pengemudi ojol untuk menjadi ‘mata dan telinga’ Polri,” ujar Aldy.
Para driver diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan potensi tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan di wilayah yang mereka lewati.
Dengan mobilitas yang tinggi, pengemudi ojol dinilai memiliki keunggulan karena hampir setiap hari bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.
Artinya, perjalanan mengantar penumpang, makanan atau barang kini sekaligus bisa menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap aman.
Dua Driver Diberi Tugas Khusus
Dalam kegiatan tersebut, dua perwakilan driver, Asep Solehudin dan Mila Nur Khomilah, mendapatkan penyematan sebagai Duta Keselamatan Lalu Lintas Jawara.
Penghargaan juga diberikan kepada Enjang Bahri, driver ojol yang sebelumnya menunjukkan keberanian dan kepedulian dalam membantu polisi mengungkap kasus pembunuhan di halaman SDN Simpeureum II pada Januari 2024.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kemitraan antara polisi dan masyarakat bukan sekadar slogan. Peran warga di lapangan dapat menjadi informasi penting bagi aparat dalam menjaga keamanan.
Balad M.A.S. Diharapkan Jadi Jembatan
Kapolres menilai keberadaan Balad M.A.S. dapat menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan komunitas ojol.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas polisi. Semua elemen masyarakat memiliki ruang untuk memberikan manfaat sesuai peran masing-masing.
“Jangan melihat perbedaan profesi atau seragam. Yang terpenting adalah seberapa besar kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Aldy.
Ia juga mengaitkan situasi keamanan dengan perkembangan ekonomi Majalengka. Lingkungan yang aman dan kondusif dinilai dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan program JAWARA (Jaga Rawat Jawa Barat) sebagai ajakan untuk menyatukan langkah menjaga keamanan dan kondusivitas Majalengka.
Ditutup dengan Bantuan Beras
Usai apel, Kapolres bersama jajaran PJU melakukan penempelan stiker “Ojek Online Kamtibmas Balad M.A.S” secara simbolis pada kendaraan para driver.
Kegiatan kemudian berlangsung lebih hangat. Sebanyak 210 pengemudi ojol yang hadir menerima bantuan sosial berupa beras kemasan 5 kilogram.
Bantuan tersebut menjadi pelengkap dari sebuah kemitraan yang diharapkan tidak berhenti pada seremoni.
Dari jalanan Majalengka, para pengemudi ojol kini membawa tugas tambahan: tetap bekerja menghidupi keluarga, sekaligus ikut menjaga keamanan lingkungan yang mereka lewati setiap hari.
Satu helm, satu jaket, satu perjalanan—dan kini satu semangat: Majalengka aman dan kondusif.*** (Mukadi)





















