AB CHANNEL — Ada yang berbeda dalam kegiatan personel Polres Majalengka, Rabu (26/8/2026). Bukan hanya rambut, seragam hingga kelengkapan identitas yang diperiksa, telepon seluler (HP) milik sejumlah anggota juga mendadak dicek secara acak.
Pemeriksaan tersebut dilakukan Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., dalam kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) di Lapangan Mako Polres Majalengka.
Gaktibplin digelar setelah Kapolres memimpin upacara kenaikan pangkat pengabdian. Dalam pemeriksaan tersebut, Aldy didampingi Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Kasi Propam Iptu Yudhi FB. Simanjuntak, S.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU).
Bukan Cuma Rambut dan Seragam
Barisan personel Polri dan ASN Polres Majalengka diperiksa satu per satu oleh Kapolres bersama jajaran Propam.
Mulai dari sikap tampang, kerapian rambut, pakaian dinas, kebersihan atribut, hingga kelengkapan identitas seperti KTP, KTA dan SIM menjadi sasaran pemeriksaan.
Namun, perhatian kemudian tertuju pada satu hal: HP anggota.
Sejumlah telepon seluler personel diperiksa secara acak sebagai langkah pencegahan agar anggota tidak terjerumus dalam aktivitas yang dilarang.
Kapolres menegaskan, langkah tersebut berkaitan dengan upaya memastikan personel Polres Majalengka terbebas dari praktik judi online maupun aplikasi ilegal lainnya.
“Disiplin internal adalah cerminan utama kepolisian sebelum kita menertibkan masyarakat,” tegas Aldy.
Menurutnya, pemeriksaan HP dilakukan untuk memastikan seluruh anggota tidak terlibat judi online maupun aktivitas digital ilegal yang berpotensi merusak citra institusi, sekaligus merugikan anggota dan keluarganya.
Polisi Juga Harus Tertib Sebelum Menertibkan
Aldy menekankan bahwa kedisiplinan anggota merupakan bagian penting dari profesionalisme kepolisian.
Sebab, sebelum meminta masyarakat menaati aturan, personel kepolisian harus terlebih dahulu menunjukkan keteladanan dalam menjalankan aturan internal.
Tak hanya soal perilaku, penampilan anggota juga menjadi perhatian.
Menurut Aldy, kerapian rambut dan seragam bukan sekadar persoalan penampilan. Hal tersebut berkaitan dengan wibawa, kedisiplinan dan profesionalisme anggota ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Propam Siapkan Sidak Tanpa Pemberitahuan
Kasi Propam Polres Majalengka Iptu Yudhi FB. Simanjuntak memastikan pemeriksaan serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini.
Gaktibplin akan dilakukan secara berkala. Bahkan, pemeriksaan dapat dilakukan melalui inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Tidak ada toleransi bagi anggota yang melanggar disiplin maupun kode etik,” ujar Yudhi.
Dalam pemeriksaan tersebut, secara umum kondisi personel berjalan tertib. Namun, anggota yang ditemukan kurang rapi langsung diberikan teguran dan tindakan pembinaan di tempat.
Langkah tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel agar selalu menjaga disiplin, baik ketika berada di lingkungan kantor maupun saat menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Pesannya Tegas: Jangan Sampai Polisi Melanggar Aturan
Gaktibplin menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka untuk membangun personel yang disiplin, profesional dan berintegritas.
Dengan pemeriksaan yang menyasar penampilan, administrasi hingga aktivitas digital, pesan yang disampaikan Kapolres cukup jelas: polisi harus lebih dulu bersih dan tertib sebelum menertibkan masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan menjaga kepercayaan publik agar setiap anggota Polres Majalengka mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai aturan dan kode etik kepolisian.*** (AB)





















