Responsif
Daerah  

Bukan Musuh! Kapolres Majalengka Sebut Polisi dan Buruh seperti “Kembar Siam”, Ada Pesan Penting di Baliknya

Serikat buruh di Polres Majalengka

AB CHANNEL— Ada satu pernyataan Kapolres Majalengka yang langsung mencuri perhatian dalam pertemuan bersama para pimpinan serikat pekerja dan buruh, Rabu (26/8/2026) siang.

Di tengah berbagai dinamika dunia ketenagakerjaan, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., justru menyebut polisi dan buruh ibarat “Kembar Siam”.

Pernyataan itu disampaikan saat Polres Majalengka menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SP/SB) se-Kabupaten Majalengka di Lobby Mako Polres Majalengka.

Menurut Aldy, istilah tersebut menggambarkan hubungan yang tidak semestinya dipisahkan. Polisi dan pekerja memiliki ruang masing-masing, tetapi sama-sama menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah.

“Bagi saya, Serikat Pekerja dan Polri saat ini ibarat Kembar Siam—saudara yang lahir bersamaan dan memiliki ikatan tak terpisahkan. Buruh adalah bagian dari masyarakat yang wajib kami lindungi, pengayomi, dan layani,” tegas Aldy.

Polisi Tegaskan Buruh Bukan Lawan

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Polres Majalengka tidak menempatkan kaum buruh sebagai pihak yang berseberangan dengan kepolisian.

Justru sebaliknya, pekerja dinilai memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Karena itu, komunikasi antara aparat kepolisian dengan serikat pekerja dianggap penting, terutama ketika muncul persoalan ketenagakerjaan yang berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan.

Aldy mengajak para pimpinan serikat pekerja untuk mengutamakan dialog dan komunikasi dua arah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Ada Pesan Kapolres untuk Para Pimpinan Buruh

Aldy berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi.

Ia ingin hubungan antara kepolisian dan serikat pekerja dibangun menjadi kemitraan yang berlangsung secara berkelanjutan.

“Mari kita bangun komunikasi yang baik dan prioritaskan musyawarah. Saya berharap silaturahmi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan demi memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan cara-cara yang baik, bermartabat, serta menjaga Majalengka tetap damai dan kondusif,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena stabilitas hubungan industrial tidak hanya menyangkut pekerja dan perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi keamanan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.

Para Pimpinan Serikat Pekerja Hadir

Dalam pertemuan itu, Aldy didampingi Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Kasat Intelkam AKP Asep Hendra Mulyana, S.H., serta Kanit 3 Sat Intelkam Aipda Endang Furqon, S.H.

Sejumlah pimpinan serikat pekerja dan buruh juga hadir, di antaranya Ketua DPC FSPMI Majalengka Ricky Sulaeman, Ketua PC FSP TSK SPSI ATUC Edi Kustandi, S.E., pengurus DPC PPMI Sugih, Ketua DPC KSPSI Rekonsiliasi Ade Riki, serta Ketua DPD KSPN M. Basir, S.Pd.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para pengurus SP/SB menyambut positif langkah Polres Majalengka membuka ruang komunikasi secara langsung.

Dari pertemuan tersebut, satu pesan kuat muncul: perbedaan kepentingan tidak harus berujung pada pertentangan. Dengan komunikasi dan musyawarah, kepolisian dan pekerja bisa berdiri dalam satu barisan untuk menjaga Majalengka tetap aman, damai, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *