Responsif

Majalengka-Jombang Ditempuh! 250 Warga NU Ziarah Makam Ulama Sebelum Berdiri di Arena Muktamar

250 Warga NU Majalengka “Serbu” Jombang! Naik 4 Bus, Ziarah Makam Gus Dur hingga Hadiri Muktamar ke-35

MAJALENGKA – Bukan perjalanan biasa. Sekitar 250 warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka bergerak menuju Jombang, Jawa Timur, membawa satu misi: berkhidmat dan ikut menyukseskan Muktamar ke-35 NU.

Ratusan Nahdliyyin tersebut diberangkatkan dari Pondok Pesantren Mambaul Huda, Cisambeng, Majalengka, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mereka berangkat menggunakan empat bus yang ditambah sejumlah kendaraan pribadi.

Rombongan terdiri dari jajaran pengurus PCNU Kabupaten Majalengka, Ketua dan Syuriah MWC NU, hingga pengurus badan otonom dan lembaga NU, di antaranya Ansor, Fatayat, Muslimat, serta berbagai unsur lainnya.

Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH. Umar Sobur, S.Ag., mengatakan keberangkatan tersebut merupakan bentuk khidmat warga NU Majalengka terhadap organisasi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk khidmat warga NU Majalengka untuk turut hadir, memeriahkan dan menyukseskan perhelatan Muktamar NU ke-35 di Jombang,” ujarnya.

9 Jam di Jalan, Perjalanan Tak Berhenti

Perjalanan Majalengka-Jombang ditempuh melalui jalur Tol Trans Jawa.

Jarak yang panjang membuat rombongan beberapa kali berhenti di rest area. Salat, makan dan beristirahat dilakukan bersama sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan akhirnya tiba di kawasan Parkiran Makam Gus Dur, Tebuireng, Jombang.

Namun perjalanan belum benar-benar berakhir.

Rombongan kemudian menuju Kampus Ma’had Aly di lingkungan Universitas KH Hasyim Asy’ari yang dijadikan tempat penginapan sementara.

Kelelahan perjalanan seolah terbayar dengan suasana religius yang langsung terasa begitu rombongan tiba di Jombang.

Pagi Hari, Langsung Ziarah Gus Dur dan Hasyim Asy’ari

Keesokan harinya, setelah sarapan bersama, ratusan warga NU Majalengka melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kawasan Tebuireng.

Ziarah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebelum menuju arena Muktamar.

Siang harinya, rombongan bergerak menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, lokasi utama Muktamar ke-35 NU.

Namun sebelum memasuki arena Muktamar, ada satu tempat yang kembali mereka datangi.

Yakni makam salah seorang muassis NU, KH Wahab Chasbullah.

Di tempat tersebut, rombongan kembali berziarah sebelum melanjutkan agenda menuju arena Muktamar.

Dari Makam Ulama ke Arena Muktamar

Sambil menunggu pembukaan Muktamar, para Nahdliyyin Majalengka memanfaatkan waktu dengan mengunjungi Area Bazar dan Expo.

Ratusan pelaku UMKM ikut meramaikan area tersebut dengan berbagai produk yang ditampilkan selama perhelatan Muktamar.

Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, pembukaan Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Suasana arena dipenuhi ribuan muktamirin dan warga Nahdliyyin dari berbagai daerah.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri, tokoh nasional serta para tokoh NU.

Dari Majalengka Membawa Semangat Khidmat

Ketua Panitia Muktamar Saifullah Yusuf sebelumnya menyampaikan bahwa Muktamar ke-35 NU diikuti jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Puluhan ribu warga Nahdliyyin dari berbagai daerah juga turut hadir memeriahkan rangkaian kegiatan.

Di tengah besarnya perhelatan tersebut, sekitar 250 warga NU Majalengka menjadi bagian dari gelombang Nahdliyyin yang datang ke Jombang.

Mereka menempuh perjalanan panjang, beristirahat di perjalanan, bermalam, berziarah ke makam para ulama dan kemudian berdiri bersama warga NU lainnya di arena Muktamar.

Bagi mereka, perjalanan tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah acara.

Ada doa, penghormatan kepada para ulama pendiri NU, sekaligus semangat untuk ikut menjaga keberlangsungan organisasi.

Dari Majalengka menuju Jombang, ratusan Nahdliyyin membawa satu pesan sederhana: berangkat dengan khidmat, hadir untuk NU, dan pulang membawa semangat persatuan.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *