banner 728x250
Daerah  

Saat Api Menelan Pasar Sandang Tegal Gubug, Puluhan Lapak Luluh, Asa Pedagang Tinggal Kepulan Asap

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL – Selasa siang kemarin, langit di atas Pasar Sandang Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, mendadak berubah kelabu.

Asap hitam membubung tinggi, membawa kepanikan yang perlahan menyelimuti kawasan pasar.

banner 325x300

Api datang tanpa permisi, melahap deretan lapak yang selama ini menjadi saksi perjuangan para pedagang mencari nafkah.

Musibah kebakaran yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) diduga dipicu oleh korsleting instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.

Dalam sekejap, kobaran api menjalar dari satu lapak ke lapak lainnya, mengubah lorong-lorong pasar menjadi lautan bara.

Laporan pertama diterima petugas Pemadam Kebakaran Sektor Arjawinangun dari anggota Polsek Arjawinangun pada pukul 13.48 WIB.

Tak menunggu lama, Regu I segera melaju menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 14.05 WIB.

Namun ketika armada pemadam tiba, api telah lebih dahulu berlari.

Dikutip AB CHANNEL RRI Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan kobaran api sudah membesar hingga membutuhkan bantuan armada dari berbagai sektor.

“Api sudah membesar dan menjalar ke beberapa lapak, sehingga kami mengerahkan bantuan armada dari Sektor Palimanan, Weru, dan Sumber,” ujarnya.

Menurut keterangan petugas keamanan pasar, titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.30 WIB di Blok G bagian depan sebelah barat.

Warga bersama sekuriti sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, seperti angin yang memperbesar bara, kobaran justru semakin sulit dikendalikan.

Dugaan sementara, percikan api berasal dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik, kemudian menjalar cepat ke arah timur hingga menyambar sebuah lapak di Blok H.

Perjuangan melawan api berlangsung lebih dari satu jam. Dengan mengerahkan empat unit armada pancar, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran utama pada pukul 15.06 WIB.

Pendinginan terus dilakukan hingga sekitar pukul 16.22 WIB, memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Di balik keberhasilan memadamkan api, luka tetap tertinggal. Sebanyak 45 lapak di Blok G dan 1 lapak di Blok H hangus dilalap si jago merah.

Total area yang terbakar mencapai sekitar 552 meter persegi. Meski demikian, kerja keras petugas berhasil menyelamatkan sebagian besar kawasan pasar dengan luas lebih dari 109 ribu meter persegi.

Beruntung, saat kebakaran terjadi, aktivitas jual beli sedang tidak berlangsung sehingga tidak ada pedagang yang berada di dalam lapak.

Barang dagangan pun disebut tidak banyak tersimpan di lokasi yang terbakar.Namun pengabdian selalu memiliki risikonya sendiri.

Di tengah perjuangan memadamkan api, Komandan Damkar Sektor Arjawinangun, Cuhandi, mengalami kecelakaan kerja setelah telapak kaki kirinya tertusuk paku saat bertugas.

Proses pemadaman juga tidak berjalan mudah. Jalan yang sempit, ketiadaan hidran air, serta banyaknya warga yang memadati lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Meski begitu, semangat gotong royong menjadi kekuatan yang mengalahkan kobaran api.

Personel Damkar, warga, Polsek Arjawinangun, Koramil, hingga BPBD Kabupaten Cirebon bahu-membahu menjaga agar api tidak menjalar lebih jauh.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk menghitung besarnya kerugian material akibat kebakaran tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa api sering kali lahir dari sesuatu yang tampak sepele—seutas kabel, sebuah percikan kecil, atau instalasi yang luput dari perhatian.

Ketika kewaspadaan terlambat datang, yang tersisa hanyalah puing-puing, abu, dan doa agar mereka yang kehilangan dapat kembali membangun harapan dari sisa-sisa yang ditinggalkan api.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *