Responsif
Daerah  

Heboh! Sejumlah Karyawan PT Hansae Majalengka Diduga Kesurupan Usai Tahlilan, Kepanikan Terlihat dalam Video

AB CHANNEL — Suasana di lingkungan PT Hansae yang berlokasi di Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, dilaporkan sempat diwarnai kejadian tak biasa pada Kamis pagi (22/10/2026).

Sejumlah karyawan diduga mengalami kesurupan massal. Informasi tersebut diterima AB CHANNEL melalui dua video yang dikirimkan oleh salah seorang karyawan yang merekam situasi di lokasi.

Dalam rekaman, terdengar lantunan doa Tahlilan  di tengah suasana yang tampak tidak biasa.

Rekaman dalam video menggambarkan situasi kepanikan yang menurut perekam sempat menyita perhatian karyawan di lokasi.

Perekam video menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi setelah kegiatan do’a tahlilan pada pagi hari.

“Ada yang gotong, teriak, itu juga ada yang sedang nangis, Gak tau Sesudah Tahlilan banyak Kejadian,” ujar perekam dalam bahasa Sunda. Dikutip dari video.

Meski demikian, penyebab kejadian tersebut belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan kondisi para karyawan maupun faktor yang diduga memicu peristiwa tersebut.

Informasi yang diterima AB CHANNEL menyebutkan, setelah kejadian itu, beberapa karyawan dikabarkan dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing.

Namun, hingga berita ini ditulis, AB CHANNEL belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak manajemen PT Hansae mengenai jumlah karyawan yang terdampak, kondisi mereka setelah kejadian, maupun langkah yang diambil perusahaan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan tempat kerja dan melibatkan sejumlah karyawan.

Meski rekaman video memperlihatkan suasana yang tidak biasa, informasi mengenai penyebab kejadian masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

AB CHANNEL akan berupaya meminta keterangan dari pihak perusahaan dan pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.

Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *