AB CHANNEL– Robohnya videotron di Bundaran Cigasong yang merenggut nyawa seorang gadis berusia 18 tahun tak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memunculkan pertanyaan publik mengenai pembangunan dan keamanan videotron di ruang terbuka. Minggu, 26 Juli 2026.
Di balik tampilan visual yang megah, pembangunan sebuah videotron ternyata bukan sekadar memasang layar LED.
Nilai investasinya mencapai puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran rupiah, bergantung pada ukuran, spesifikasi, dan konstruksi penyangganya.
Berdasarkan kisaran harga di industri yang dihimpun AB CHANNEL dari berbagai sumber videotron outdoor tipe P10, yang umum dipasang di tepi jalan, dibanderol sekitar Rp12 juta hingga Rp16 juta per meter persegi.
Sementara, Untuk kualitas gambar yang lebih tajam, tipe P5 atau P6 berada di kisaran Rp19 juta hingga Rp25 juta per meter persegi, sedangkan tipe premium P3.9 atau P4 dapat mencapai Rp28 juta hingga Rp35 juta per meter persegi. (Harga bisa berubah sewaktu-waktu).
Namun harga tersebut baru mencakup panel LED dan perangkat elektroniknya. Biaya pembangunan belum termasuk konstruksi baja, pondasi, instalasi listrik, sistem kontrol, hingga proses pemasangan yang memerlukan anggaran tambahan sekitar 30–40 persen dari nilai unit videotron.
Artinya, untuk sebuah videotron berukuran puluhan meter persegi, total investasi dapat mencapai puluhan, atau ratusan juta bahkan miliaran rupiah, tergantung desain, ikutan, dan spesifikasi yang digunakan.
Tragedi di Bundaran Cigasong menjadi pengingat bahwa di balik besarnya investasi sebuah videotron, aspek keselamatan tidak boleh menjadi nomor dua.
Kekuatan pondasi, kualitas konstruksi baja, ketahanan terhadap beban angin, inspeksi berkala, hingga pemeliharaan rutin merupakan bagian yang sama pentingnya dengan kualitas layar yang ditampilkan.
Peristiwa yang merenggut nyawa Wina Apriyanti (18) kini menjadi duka bersama masyarakat Majalengka.
Penyebab pasti robohnya videotron masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Karena itu, penting untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum ada kesimpulan resmi.
Di tengah pesatnya perkembangan media digital luar ruang, tragedi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh infrastruktur reklame dan videotron, agar teknologi yang dibangun untuk menyampaikan informasi tidak justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.***



















