banner 728x250
Daerah  

Tangis yang Tak Sempat Terucap… Seorang Ayah dan Bayi Enam Bulannya Gugur dalam Pelukan Api di Cirebon

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL – Pagi yang seharusnya dipenuhi tawa seorang bayi berubah menjadi lembaran duka yang sulit dilupakan.

Di balik kepulan asap hitam yang membumbung dari sebuah rumah di Perumahan Griya Asri Kejuden 2, tersimpan kisah pilu tentang cinta seorang ayah yang berakhir di tengah kobaran api.

banner 325x300

Seorang ayah, Deni Sumampaw (57), bersama putra tercintanya, Brian Arasyah Sumampaw, bayi mungil yang baru menginjak usia enam bulan, ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka di Blok Winong RT 02 RW 07, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat (31/7/2026).

Sekitar pukul 09.45 WIB, warga dibuat panik ketika asap hitam pekat mengepul dari rumah korban.

Mereka berlarian mendatangi lokasi, berharap masih ada kesempatan menyelamatkan siapa pun yang berada di dalam. Namun harapan itu terbentur pintu rumah yang seluruhnya terkunci.

Dengan tenaga dan kepedulian yang tersisa, warga mendobrak pintu bagian timur. Berbekal alat seadanya, mereka berjibaku melawan kobaran api yang semakin ganas.

Di ruang tamu, sebuah pemandangan yang mengiris hati menyambut mereka. Brian, bayi yang bahkan belum sempat mengenal luasnya dunia, tergeletak di atas karpet bayinya tanpa lagi menunjukkan tanda kehidupan.

Tangis yang biasanya memenuhi rumah itu telah berganti dengan keheningan yang menusuk.

Pencarian terus dilakukan. Tak lama kemudian, Deni ditemukan di area dapur dekat tangga dalam kondisi luka serius dan tak bergerak.

Sang ayah dan buah hatinya akhirnya dievakuasi menuju fasilitas kesehatan, namun takdir telah lebih dahulu memisahkan keduanya dari keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, warga terus berjibaku menahan amukan api hingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon tiba di lokasi sekitar pukul 10.13 WIB.

Dua unit armada dari Sektor Weru dan Palimanan segera mengambil alih proses pemadaman.

Dalam waktu sekitar 16 menit, kobaran api berhasil dikendalikan. Pendinginan terus dilakukan hingga pukul 10.34 WIB karena bara api masih tersisa di beberapa sudut rumah, terutama di kamar tidur dan dapur, yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan bahwa penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polresta Cirebon,” ujarnya.

Api menghanguskan sejumlah perabot rumah tangga, mulai dari kasur, pendingin ruangan, lemari pakaian hingga berbagai perlengkapan lainnya.

Sekitar 15 meter persegi bangunan terdampak, sementara sebagian besar struktur rumah masih dapat diselamatkan. Nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Jalan menuju lokasi yang sempit dan rusak, ditambah sumber air yang cukup jauh, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Meski demikian, sinergi antara petugas pemadam, Polsek Depok, Babinsa Desa Kejuden, dan warga sekitar berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain.

Kini, rumah itu telah dipasangi garis polisi. Yang tersisa bukan hanya puing-puing bangunan, tetapi juga luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Di antara dinding yang menghitam dan aroma sisa kebakaran, tersimpan kisah tentang seorang ayah dan bayi kecilnya yang pergi bersama, meninggalkan duka yang tak mudah dipadamkan, sebagaimana api yang pagi itu melalap rumah mereka.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *