banner 728x250
Daerah  

Ini Langkah Bupati Majalengka Atasi Ancaman Gagal Panen di Leuweunghapit Kecamatan Ligung

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL – Hamparan sawah yang mulai mengering akhirnya mengundang langkah Bupati Majalengka H. Eman Suherman menuju Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung.

Kunjungan itu dilakukan setelah banyaknya keluhan petani yang mengalir melalui media sosial hingga laporan masyarakat terkait ancaman gagal tanam pada musim tanam (MT) II.

banner 325x300

Eman mengungkapkan, sebelumnya ia telah meninjau kekeringan di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Di dua wilayah tersebut, persoalan air mulai teratasi berkat pembangunan sodetan.

“Yang lalu saya mendapat banyak informasi, bahkan melihat di media sosial soal kekeringan. Sebelumnya saya sudah ke Jatitujuh dan Kertajati, ternyata di sana sudah terselesaikan karena ada sodetan,” kata Eman, Kamis (30/7).

Mendapat laporan kondisi di Ligung, Eman langsung berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung agar segera turun ke lapangan.

“Saya meminta agar semua kegelisahan dan suara masyarakat di wilayah Ligung segera ditindaklanjuti. Alhamdulillah, BBWS langsung menugaskan petugasnya ke lapangan dan memang ditemukan kondisi yang dikhawatirkan petani,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat, BBWS menyalurkan bantuan pompa bertenaga surya agar petani tidak lagi terbebani biaya bahan bakar solar untuk mengairi sawah.

Beliau sudah mengambil langkah penanganan darurat dengan memberikan bantuan panel surya. Jadi petani tidak perlu lagi menggunakan pompa berbahan bakar solar yang tentu menambah biaya. Mudah-mudahan kecemasan masyarakat bisa terobati dan mereka tetap bisa menanam di MT II,” tutur Eman.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Martinus, mengatakan penanganan jangka panjang juga telah disiapkan melalui pembangunan sodetan dari Sungai Sindupraja menuju penampungan air yang akan dialirkan ke Sungai Cikamangi.

Langkah awal yang kami lakukan adalah memberikan bantuan mesin pompa bertenaga surya agar kebutuhan air petani bisa segera terpenuhi. Setelah itu, kami akan menyiapkan pembangunan sodetan dari Sungai Sindupraja menuju penampungan air, lalu dialirkan ke Sungai Cikamangi sebagai solusi jangka panjang, katanya.

Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi, mengapresiasi respons cepat pemerintah terhadap keluhan para petani.

Alhamdulillah, Pak Bupati bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani. Kami merasa diperhatikan karena beliau langsung datang ke lokasi dan memastikan penanganan dilakukan,” ujarnya.

Di tengah kemarau yang mengeringkan sawah, para petani masih menjaga harapan. Mereka bergotong royong merawat pompa siang dan malam, berharap setiap tetes air yang mengalir mampu menyelamatkan lebih dari 200 hektare lahan pertanian dari ancaman gagal panen.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *