AB CHANNEL — Pagi itu, wajah-wajah muda penuh semangat memenuhi Gedung Yudha Abdi Negara, Kompleks Pemerintah Kabupaten Majalengka, Selasa (11/8/2026).
Seragam Pramuka yang mereka kenakan bukan sekadar pakaian. Di baliknya ada kebanggaan, latihan panjang, disiplin, dan harapan untuk membawa nama Kabupaten Majalengka ke panggung nasional.
Sebanyak 38 anggota Pramuka Kwarcab Majalengka resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, yang berlangsung 12–21 Agustus 2026.
Mereka bukan sekadar pergi berkemah.
Di sana, anak-anak dari berbagai SMP dan MTs di Kabupaten Majalengka akan bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan belajar, berinteraksi, mengasah kemandirian, sekaligus membawa cerita tentang Majalengka—daerah yang selama ini dikenal dengan julukan Kota Angin.
Di antara rombongan tersebut terdapat 32 peserta utama, terdiri dari 16 putra dan 16 putri. Mereka didampingi dua pimpinan kontingen dan empat pembina.
Perjalanan menuju Cibubur itu pun tidak datang begitu saja.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Majalengka, Kak Adam Suhara, mengatakan para peserta telah melewati tiga tahapan seleksi dan mengikuti tiga kali pemusatan latihan.
“Peserta yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik dari jenjang SMP dan MTs se-Kabupaten Majalengka. Mereka telah melalui proses seleksi ketat sebanyak tiga tahapan dan menjalani pemusatan latihan sebanyak tiga kali untuk mematangkan persiapan,” ujar Adam.
Bagi sebagian peserta, keberangkatan ke Jamnas XII mungkin menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.
Mereka meninggalkan rumah untuk sementara, membawa perlengkapan, semangat, dan tentu saja pesan dari orang tua. Di pundak mereka kini melekat satu tanggung jawab: menjaga nama baik Majalengka.
Pesan itulah yang disampaikan Bupati Majalengka sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat melepas kontingen.
Eman meminta para peserta tidak hanya mengejar pengalaman dan prestasi selama mengikuti Jamnas, tetapi juga mampu menunjukkan karakter anak muda Majalengka yang santun, disiplin dan berakhlak.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin besar. Kemajuan teknologi dan penggunaan gawai yang begitu cepat, kata dia, harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri.
“Bijak dalam menggunakan teknologi, membentengi diri dengan akhlakul karimah, disiplin, serta menghormati orang tua dan guru,” pesan Eman.
Ia berharap Gerakan Pramuka tidak kehilangan perannya sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda.
“Sebagai Ketua Kwarcab, saya ingin Pramuka menjadi garda terdepan dalam membentuk dan mempersiapkan masa depan generasi muda untuk mengambil posisi yang strategis,” tegasnya.
Namun ada satu pesan lain yang tak kalah penting.
Eman meminta para peserta menjadi duta Majalengka selama berada di Cibubur. Bukan hanya memperkenalkan diri sebagai anggota Pramuka, tetapi juga mengenalkan daerah asal mereka.
Tentang Majalengka yang memiliki bentang alam dari dataran rendah hingga kawasan kaki Gunung Ciremai. Tentang budaya dan tradisi masyarakatnya. Tentang keramahan warganya. Tentang potensi daerah yang terus tumbuh.
Dengan begitu, perjalanan 38 anak tersebut bukan hanya membawa ransel dan perlengkapan Pramuka.
Mereka juga membawa nama Majalengka.
Keberangkatan kontingen ini sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Pramuka Tahun 2026 yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kwarcab Majalengka menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang telah memberikan dukungan dan perizinan bagi para peserta.
Pelepasan kontingen tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Pramuka Majalengka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Sekretaris Daerah Aeron Randi, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Ketua Harian Kwarcab H. Muhammad Umar Ma’ruf, Kepala Kantor Kemenag Majalengka Euis Damayanti, Kepala Dispora Uju Gustawan, para Ketua Mabiran dan Kwaran se-Kabupaten Majalengka, serta orang tua para peserta.
Kini, setelah prosesi pelepasan selesai, perjalanan mereka benar-benar dimulai.
Dari Majalengka menuju Cibubur.
Dari halaman sekolah dan tempat latihan menuju perkemahan nasional.
Dan dari sana, 38 anak muda itu diharapkan pulang bukan hanya membawa cerita tentang Jamnas, tetapi juga membawa pengalaman, persahabatan, keberanian, serta kebanggaan bahwa mereka pernah berdiri membawa nama Majalengka di tengah Pramuka se-Indonesia.*** (Deni)





















