Responsif

Resmi! 150 Ribu Program Magang Nasional 2026 Dibuka Untuk Lulusan Perguruan Tinggi

ABCHANNEL.ID — Bagi sebagian lulusan perguruan tinggi, mendapatkan ijazah bukan berarti perjalanan menuju dunia kerja selesai.

Ijazah sudah di tangan, tetapi pengalaman kerja sering kali belum dimiliki. Lowongan pekerjaan tersedia, namun tidak sedikit perusahaan yang mencari calon pekerja dengan keterampilan dan pengalaman yang sesuai.

Di tengah situasi itu, pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional 2026.

Program yang resmi dibuka di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), tahun ini memberikan kesempatan lebih besar kepada lulusan perguruan tinggi.

Jika pada 2025 pemerintah membuka kuota 100 ribu peserta, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 150 ribu peserta.

Angka tersebut bukan sekadar statistik.

Bagi 150 ribu anak muda, kesempatan itu bisa menjadi pintu masuk menuju pengalaman kerja pertama—bahkan kemungkinan mendapatkan pekerjaan tetap.

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Program tahun lalu itu 100 ribu, sekarang 150 ribu yang diterima. Tentunya harapan kita ke depan semakin banyak,” ujar Teddy.

Bukan Sekadar Duduk di Ruang Pelatihan

Program Magang Nasional dirancang agar peserta tidak hanya belajar teori.

Mereka akan merasakan langsung bagaimana dunia kerja berjalan.

Pada pelaksanaan 2025, sebanyak 100 ribu lulusan baru mengikuti program selama enam bulan. Peserta mendapatkan uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota tempat mereka menjalani magang.

Yang menarik, pengalaman tersebut tidak berhenti ketika masa magang selesai.

Sekitar 30 hingga 40 persen peserta program tahun sebelumnya kemudian langsung bekerja.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman selama enam bulan bisa menjadi bekal penting ketika peserta memasuki persaingan kerja yang sesungguhnya.

“Artinya yang magang ini juga kualitasnya sangat baik, rekrutmennya baik, kemudian selama enam bulan mereka magang, mereka bekerja, mereka berlatih, mereka diberi keterampilan di sana,” kata Teddy.

Kesempatan itu bahkan memungkinkan peserta memperoleh pengalaman di luar daerah asal.

Teddy mencontohkan seorang peserta yang menjalani magang di Jakarta dan memperoleh penghasilan sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi seorang lulusan baru, kesempatan seperti itu bukan hanya soal nominal.

Ada pengalaman yang dibangun. Ada jaringan yang diperluas. Ada keterampilan yang diasah.

Dan yang paling penting, ada kepercayaan diri yang tumbuh ketika untuk pertama kalinya mereka merasakan dunia kerja secara langsung.

Ferdian dan Harapan untuk Bertahan Lebih Lama

Salah satu peserta Program Magang Nasional 2026 adalah Ferdian, lulusan Universitas Brawijaya yang mendapat kesempatan magang di PT Telkom Indonesia.

Baginya, program tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang diperoleh selama kuliah diterapkan di lingkungan profesional.

“Program ini benar-benar mendukung untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di perusahaan,” ujar Ferdian.

Namun, seperti banyak peserta lainnya, Ferdian tentu tidak ingin pengalaman itu berhenti setelah enam bulan.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama magang bisa menjadi bekal untuk melanjutkan karier secara penuh waktu di perusahaan tempatnya menjalani program.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdian juga mendapat pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan.

Ia berkesempatan berdiskusi langsung dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Terima kasih kepada Bapak Seskab Teddy Indra Wijaya, karena tadi saya berkesempatan berdiskusi langsung dan mendapatkan hadiah satu set baju dan sepatu,” katanya.

Sebuah pertemuan singkat, tetapi bagi seorang anak muda yang sedang membangun langkah pertama dalam karier, pengalaman tersebut bisa menjadi cerita yang terus diingat.

Kuota Dibuka Bertahap

Tahun ini, pemerintah tidak membuka seluruh kuota 150 ribu peserta sekaligus.

Tahap pertama menyediakan 50 ribu peserta dan mulai dibuka pada Selasa (11/8/2026).

Selanjutnya, 50 ribu peserta berikutnya akan dibuka pada bulan berikutnya, kemudian 50 ribu peserta terakhir pada bulan setelahnya.

Dengan skema tersebut, semakin banyak lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesempatan untuk merasakan dunia kerja secara langsung.

Program ini juga tidak hanya menyasar lulusan sarjana dari berbagai bidang.

Pemerintah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap kesempatan kerja agar dunia profesional tidak hanya menjadi ruang bagi mereka yang memiliki kondisi dan latar belakang tertentu.

Bukan Hanya untuk Pencari Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli melihat Program Magang Nasional memiliki dampak yang lebih luas.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya membantu anak muda mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi bagian dari stimulus ekonomi.

“Program ini adalah bagian dari stimulus ekonomi juga. Jadi, ini membantu industri, membantu adik-adik kita meningkatkan daya beli secara nasional,” kata Yassierli.

Karena itu, pemerintah berharap semakin banyak perusahaan mengetahui manfaat program tersebut dan bersedia membuka ruang bagi para peserta magang.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka ruang evaluasi.

Pada kickoff Program Magang Nasional 2026, Seskab Teddy dan Menaker Yassierli berdiskusi langsung dengan sejumlah peserta untuk mendengarkan pengalaman dan masukan mengenai pelaksanaan program.

Harapannya sederhana. Magang tidak berhenti sebagai pengalaman selama enam bulan.

Tetapi menjadi jembatan menuju pekerjaan.

Sebab bagi seorang lulusan baru, pekerjaan pertama bukan hanya soal menerima gaji.

Ini tentang kesempatan membuktikan kemampuan.

Tentang mendapatkan pengalaman yang selama ini sering menjadi syarat untuk bekerja.

Dan tentang satu harapan sederhana setelah bertahun-tahun duduk di bangku kuliah:

akhirnya memiliki kesempatan untuk memulai.

Tahun ini, pemerintah membuka pintu itu lebih lebar.

Sebanyak 150 ribu kesempatan disiapkan.

Tinggal bagaimana kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengubah enam bulan magang menjadi langkah pertama menuju masa depan.*** (Azis)

Sumber:Setkab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *