AB CHANNEL— Penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS) di SMK Negeri 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp2,54 miliar. Jum’at, 4 September 2026.
Berdasarkan rincian penggunaan dana yang didapat AB CHANNEL daru apk Jaga, anggaran tersebut terbagi dalam dua tahap penyaluran. Masing-masing tahap tercatat sebesar Rp1.273.460.000.
Dari sejumlah pos penggunaan, terdapat beberapa alokasi anggaran dengan nilai cukup besar. Salah satunya adalah administrasi kegiatan sekolah yang menyerap anggaran paling tinggi.
Pada tahap pertama, anggaran administrasi kegiatan sekolah tercatat sebesar Rp437.769.500. Sementara pada tahap kedua, anggaran untuk pos yang sama mencapai Rp446.343.000.
Dengan demikian, jika kedua tahap digabungkan, alokasi untuk administrasi kegiatan sekolah mencapai sekitar Rp884,1 juta.
Besarnya anggaran administrasi tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rincian penggunaan Dana BOS SMK Negeri 1 Leuwimunding tahun 2025, mengingat nilainya cukup signifikan dibandingkan sejumlah kebutuhan pendidikan lainnya.
Selain administrasi, anggaran besar juga dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Pada tahap pertama, pemeliharaan sarana dan prasarana mendapat alokasi Rp217.286.000, sedangkan pada tahap kedua nilainya meningkat menjadi Rp403.414.500.
Jika digabungkan, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana selama dua tahap mencapai sekitar Rp620,7 juta.
Pos lain yang juga mendapat alokasi cukup besar adalah pengembangan perpustakaan. Pada tahap pertama tercatat sebesar Rp217.217.000, sedangkan tahap kedua sebesar Rp61.015.000, atau total sekitar Rp278,2 juta.
Sementara itu, kegiatan yang berkaitan dengan bursa kerja khusus, praktik kerja industri/praktik kerja lapangan, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, serta lembaga sertifikasi profesi pihak pertama mendapat anggaran sekitar Rp239,3 juta dari dua tahap.
Untuk penyediaan alat multimedia pembelajaran, anggaran yang tercatat mencapai Rp178,7 juta. Sedangkan kegiatan asesmen atau evaluasi pembelajaran mendapatkan sekitar Rp127,1 juta.
Jika dilihat dari rincian tersebut, sejumlah pos dengan nilai terbesar justru berada pada kegiatan administrasi dan pemeliharaan sarana-prasarana, di samping pengembangan perpustakaan dan kebutuhan pendukung pembelajaran.
Besarnya nilai pada sejumlah pos tersebut tentu perlu dilihat lebih jauh dari sisi rincian kegiatan, jenis belanja, volume pekerjaan, serta bukti penggunaan anggarannya, sehingga dapat diketahui apakah seluruh pengeluaran telah sesuai dengan kebutuhan sekolah dan ketentuan penggunaan Dana BOS.
Terlebih, Dana BOS pada prinsipnya diperuntukkan untuk mendukung operasional pendidikan dan peningkatan kualitas layanan kepada peserta didik.
Adapun rincian penggunaan Dana BOS SMK Negeri 1 Leuwimunding tahun 2025 mencatat sejumlah pos lainnya, seperti penerimaan peserta didik baru, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, serta langganan daya dan jasa.
Untuk memastikan data penggunaan dana BOS tersebut, Pekan lalu AB CHANNEL menghubungi pihak sekolah melalui Humas SMK Negeri 1 Leuwimunding, Ade.
Namun, Ade melalui pesan whastApp kepada AB CHANNEL hanya menjawab jika ia akan menyampaikan terlebih dahulu kepada atasan.
Selang beberapa hari kemudian, AB CHANNEL mencoba menghubungi kembali untuk meminta informasi kesedian pihak sekolah untuk wawancara terkait pengguanan dana bos.
Namun, Ade hanya mejawab “belum ada kabar dari atasan.” ujar ade melalui pesan WhastApp.*** (AB)
Disclamer: Data diatas merupakan hasil apk Jaga, memerlukam konformasi dari pihak sekolah untuk kesesuaian.





















