Responsif
Daerah  

Dramatis! Anak Surili Terjebak di Atas Pohon yang Terbakar di Gunung Ciremai, Petugas Bergerak Menyelamatkan

Screenshot

AB CHANNEL – Aksi penyelamatan seekor anak surili yang terjebak di atas pohon yang tengah terbakar di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menjadi perhatian. Jumat, 23 Oktober 2026.

Beruntung, satwa langka khas Pulau Jawa bagian barat itu berhasil diselamatkan oleh petugas bernama Dodo bersama petugas lainnya.

Di tengah situasi kebakaran yang mengancam keselamatan satwa liar, para petugas berupaya menyelamatkan anak surili tersebut agar terhindar dari kobaran api.

Dodo menjelaskan, anak surili itu kini telah dilepaskan kembali ke habitatnya di lokasi yang lebih aman.

Satwa tersebut juga telah kembali bersama induknya.

Keberhasilan penyelamatan ini menjadi kabar melegakan di tengah ancaman kebakaran kawasan hutan yang tidak hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga kehidupan satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai tempat tinggalnya.

Surili merupakan satwa endemik Pulau Jawa bagian barat yang persebarannya meliputi Provinsi Banten hingga Jawa Barat.

Keberadaan primata ini menjadi bagian penting dari kekayaan keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya.

Surili termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan ketentuan konservasi di Indonesia dan masuk kategori terancam punah.

Populasinya di alam liar diperkirakan hanya berkisar 4.000 hingga 6.000 ekor.

Jumlah tersebut menjadi pengingat bahwa kelestarian habitat alami sangat penting bagi keberlangsungan hidup surili.

Kebakaran hutan dapat mengancam keselamatan satwa, merusak tempat berlindung, serta mengganggu ketersediaan sumber pakan.

Penyelamatan anak surili di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga hutan dari ancaman kebakaran.

Di balik upaya pemadaman api, keselamatan satwa liar juga menjadi bagian penting dalam perlindungan ekosistem.

Sebab, ketika hutan terancam, kehidupan berbagai satwa yang tinggal di dalamnya ikut berada dalam bahaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan sekadar melindungi pepohonan, melainkan juga menyelamatkan kehidupan yang bergantung padanya.*** (Mukadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *