AB CHANNEL — Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Aksi tersebut membawa sejumlah aspirasi yang berbeda. Sedikitnya empat kelompok dijadwalkan turun ke jalan, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Beragam tuntutan akan disampaikan dalam aksi tersebut. Isu yang dibawa antara lain berkaitan dengan pemberantasan korupsi, pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, hingga dukungan terhadap program makan bergizi gratis.
Tuntutan Beragam, Satu Tujuan
Salah satu aspirasi yang mencuat adalah dorongan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Regulasi tersebut dinilai penting dalam upaya memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi dan memulihkan aset yang berkaitan dengan kejahatan.
Selain itu, terdapat pula tuntutan mengenai hukuman mati bagi koruptor. Isu tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang akan dibawa dalam aksi sebagai bentuk dorongan agar pemberantasan korupsi dilakukan secara lebih tegas.
Di sisi lain, kelompok lainnya membawa aspirasi yang berkaitan dengan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan latar belakang dan tuntutan yang berbeda, aksi 27 Agustus di kawasan DPR menjadi ruang bagi kelompok masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta aspirasi mereka secara terbuka.
Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Menjelang aksi, aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Sejumlah ruas jalan juga ditutup dan dilakukan penyekatan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun aktivitas massa.
Jalan Gatot Subroto di sekitar Mal Senayan Park hingga depan Gedung DPR RI ditutup sementara. Kendaraan dari arah GBK maupun Semanggi diarahkan menggunakan jalur alternatif.
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi diimbau mempertimbangkan jalur lain agar perjalanan tetap lancar.
Di tengah dinamika aksi, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menghormati penyampaian pendapat secara tertib. Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas warga.*** (AB)





















