Responsif
Daerah  

Biasanya Bikin Deg-degan, Kali Ini Polisi Malah Bagi Helm Gratis di Alun-Alun Majalengka

Polres Majalengka Bagi Helm Gratis

AB CHANNEL – Pemandangan tak biasa terjadi di kawasan Alun-Alun Majalengka, Rabu (26/8/2026). Jika biasanya pengendara sepeda motor dibuat waswas ketika melihat polisi lalu lintas, kali ini justru sebaliknya.

Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., turun langsung menemui pengendara dan membagikan 40 helm gratis berstandar SNI.

Bukan tanpa alasan. Helm-helm tersebut diberikan kepada pengendara roda dua yang kedapatan belum menggunakan helm maupun mereka yang memakai helm yang sudah tidak layak digunakan.

Aksi tersebut turut didampingi Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka, personel Satlantas serta Polisi Wanita (Polwan).

Berbeda dari kegiatan penindakan, polisi dalam kesempatan ini memilih pendekatan humanis. Pengendara tidak hanya menerima helm, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.

Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman menegaskan, pembagian helm tersebut bukan sekadar kegiatan sosial.

Menurutnya, aksi itu menjadi cara polisi menyampaikan pesan keselamatan secara langsung kepada masyarakat.

“Pembagian 40 helm gratis ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya. Kami ingin menggugah kesadaran para pengendara roda dua bahwa helm adalah pelindung utama jiwa saat berkendara, bukan sekadar untuk menghindari razia petugas,” ujar Aldy.

Helm Bukan untuk Takut Polisi

Pesan utama yang ingin disampaikan Polres Majalengka cukup sederhana: gunakan helm karena ingin selamat, bukan karena takut ditilang.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kata Aldy, merupakan salah satu kunci untuk menekan potensi kecelakaan di wilayah hukum Polres Majalengka.

Karena itu, masyarakat juga diajak tidak hanya menggunakan helm, tetapi memastikan perlengkapan keselamatan lainnya terpenuhi serta mematuhi seluruh aturan lalu lintas setiap kali berkendara.

Polisi Pilih Cara Humanis

Kawasan Alun-Alun Majalengka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Majalengka ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau gangguan keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keselamatan masyarakat.

Pendekatan humanis ini diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Aldy berharap kesadaran berlalu lintas tidak berhenti setelah menerima helm gratis. Lebih jauh, masyarakat diharapkan menjadikan keselamatan dan ketertiban sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pendekatan yang ramah dan edukatif ini, kami berharap tercipta kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang mantap di Kabupaten Majalengka. Mari kita bersama-sama jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari,” pungkasnya.

Sebanyak 40 helm memang terlihat sederhana. Namun, pesan yang dibawa jauh lebih besar: satu helm yang dipakai dengan benar bisa menjadi pembatas antara perjalanan pulang dengan tragedi di jalan raya.*** (Mukadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *