Responsif

HAORNAS ke-43 di Kodim 0617/Majalengka, Kobarkan Semangat Menuju Indonesia Bugar dan Kuat

AB CHANNEL – Semangat membangun manusia Indonesia yang sehat, tangguh dan memiliki daya juang kembali digaungkan dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Kodim 0617/Majalengka, Rabu (9/9/2026).

Peringatan HAORNAS yang berlangsung di Markas Kodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim No. 403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, tersebut bukan sekadar seremoni.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat karakter bangsa.

Dengan mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, HAORNAS tahun ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam upacara tersebut, Kapten Arm Dedem selaku Danramil 1716/Kertajati bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Sementara Danramil 1717/Kadipaten Kapten Inf Aan Samian dipercaya sebagai Komandan Upacara dan Pasi Pers Dim 0617/Majalengka Kapten Inf Nana sebagai Perwira Upacara.

Dalam amanat yang disampaikan, ditegaskan bahwa olahraga tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh.

Olahraga merupakan bagian dari investasi bangsa untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat, disiplin, tangguh, sportif dan memiliki semangat juang.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Melalui olahraga, kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa bangsa yang kuat membutuhkan masyarakat yang sehat dan memiliki ketahanan fisik maupun mental.

Karena itu, semangat berolahraga diharapkan tidak hanya muncul ketika ada perlombaan atau event tertentu, tetapi menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Semangat HAORNAS juga diharapkan mampu menjadi gerakan bersama. Pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga hingga masyarakat luas memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas olahraga.

Olahraga dapat dimulai dari hal sederhana. Di sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik hingga lingkungan keluarga, masyarakat dapat membangun kebiasaan untuk aktif bergerak.

Sebab, keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya event yang diselenggarakan.

Lebih jauh, perubahan perilaku masyarakat menjadi indikator penting, yakni semakin banyak warga yang aktif bergerak, rutin berolahraga dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik.

Semangat olahraga juga harus menjadi milik seluruh masyarakat tanpa terkecuali.Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan maupun perkotaan hingga penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai persatuan dan kebersamaan dalam membangun Indonesia.

Tidak harus dengan olahraga yang mahal ataupun fasilitas yang mewah. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam maupun aktivitas fisik lainnya dapat menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih sehat.

“Tidak perlu menunggu, tidak perlu mahal dan tidak perlu rumit. Mulailah bergerak dari sekarang, baik dengan berjalan, berlari, bersepeda, senam bersama maupun aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing.”

Peringatan HAORNAS ke-43 di Kodim 0617/Majalengka juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada para atlet agar terus meningkatkan kemampuan.

Semangat juang, kedisiplinan dan sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijaga dalam setiap pertandingan.

Menjadi atlet bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga membawa nama daerah dan menjadi bagian dari perjuangan mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi olahraga.

Semangat pantang menyerah, kerja keras dan sportivitas yang ditunjukkan para atlet diharapkan dapat menginspirasi generasi muda.

Melalui HAORNAS ke-43, masyarakat diajak mengubah budaya dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, hingga akhirnya menjadi bagian dari Indonesia yang semakin kuat.*** (Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *