Responsif
Daerah  

Bukan Sekadar Bangunan, Ada Harapan di Balik Revitalisasi SD Negeri Sukawera III

Revitalisasi SD negeri Sukawera III

AB CHANNEL — Apa yang sebenarnya berubah ketika sebuah sekolah diperbaiki?

Jawabannya mungkin bukan hanya dinding yang kembali kokoh, ruang kelas yang lebih nyaman, atau bangunan yang terlihat lebih baik.

Di balik revitalisasi sebuah sekolah, ada harapan orang tua yang ingin anaknya belajar dengan tenang. Ada guru yang ingin mengajar tanpa rasa khawatir. Dan ada anak-anak yang setiap pagi datang membawa mimpi tentang masa depan.

Harapan itu kini kembali tumbuh di SD Negeri Sukawera III setelah sekolah tersebut mendapatkan program revitalisasi.

Perbaikan sarana dan bangunan sekolah disambut positif oleh warga sekolah. Mereka berharap lingkungan pendidikan yang lebih baik dapat menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, sekaligus mendukung aktivitas para siswa.

Bagi orang tua siswa, kondisi sekolah bukan sekadar persoalan bangunan.

Sekolah merupakan tempat anak menghabiskan sebagian waktunya untuk belajar, bermain, berinteraksi, sekaligus membangun karakter.

Karena itu, lingkungan yang aman dan nyaman dinilai memiliki arti penting dalam menunjang proses pendidikan.

Salah seorang wali murid menyambut baik revitalisasi SD Negeri Sukawera III tersebut.

“Saya menyambut baik revitalisasi SD Negeri Sukawera III ini. Perbaikan tersebut tentu sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas anak-anak kami di sekolah,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Namun, ia berharap revitalisasi tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan.

Lebih dari itu, hasil perbaikan diharapkan benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Revitalisasi ini menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak dalam menjalani proses pembelajaran. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian serta dukungan yang diberikan untuk kemajuan SD Negeri Sukawera III,” katanya.

Menurutnya, perhatian terhadap sarana pendidikan merupakan bagian dari investasi untuk generasi masa depan.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang kelak akan menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, mereka berhak mendapatkan pendidikan dan lingkungan belajar yang layak untuk tumbuh dan berkembang,” tutupnya.

Rasa syukur juga disampaikan Kepala SD Negeri Sukawera III, Memen Sucarman, M.Pd.I.

Bagi Memen, revitalisasi membawa perubahan penting bagi lingkungan sekolah, terutama dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, sekolah kami mendapatkan revitalisasi. Ini membuat sekolah lebih aman dan nyaman bagi proses pembelajaran anak,” ungkap Memen, Selasa (22/9/2026).

Ia menyebut revitalisasi tersebut sekaligus menjadi jawaban atas harapan warga sekolah yang sebelumnya menginginkan adanya pembenahan terhadap sarana dan kondisi bangunan.

“Tuntutan warga sekolah ini untuk diperbaiki, dan tahun ini alhamdulillah bisa direvitalisasi,” ujarnya.

Kini, setelah kondisi lingkungan belajar mendapatkan pembenahan, pihak sekolah berharap perubahan tersebut ikut membawa semangat baru bagi para siswa.

Sebab, ruang belajar yang lebih nyaman diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik.

“Dengan ruang yang aman dan nyaman, semoga bisa meningkatkan semangat dan menjadikan siswa yang berkualitas,” harapnya.

Memen menilai revitalisasi SD Negeri Sukawera III menjadi bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Menurutnya, pembenahan sekolah tidak semata-mata berbicara tentang fisik bangunan.

Ada hal yang lebih besar: kenyamanan anak dalam belajar dan semangat mereka untuk datang ke sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah kami. Mudah-mudahan revitalisasi seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak sekolah yang mendapatkan fasilitas yang layak dan anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” tandasnya.

Kini, bagi warga SD Negeri Sukawera III, revitalisasi memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar bangunan yang diperbaiki.

Ada harapan yang kembali tumbuh di dalam ruang-ruang kelas.

Ada guru yang ingin memberikan pelajaran dengan lebih nyaman.

Ada orang tua yang ingin melihat anaknya belajar di tempat yang layak.

Dan tentu saja, ada anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya memahami arti sebuah revitalisasi, tetapi kelak akan merasakan manfaatnya ketika mereka tumbuh dan mengingat kembali tempat pertama mereka menimba ilmu.

Karena ketika sebuah sekolah dibuat lebih aman dan nyaman, yang dibangun bukan hanya ruang kelas. Yang sedang dipersiapkan adalah ruang bagi sebuah generasi untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan menatap masa depan. (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *