AB CHANNEL– Ada ancaman yang tak selalu terdengar, tak selalu tampak, tetapi perlahan dapat menggerus harapan jika dibiarkan.
Itulah sebabnya Pemerintah Kabupaten Majalengka memilih bergerak lebih awal, merancang langkah hari ini demi menyelamatkan kehidupan di masa depan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) Penyusunan Roadmap Penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria Tahun 2026–2030 yang digelar di Gedung Yudha Karya Pemda Majalengka, Kamis (23/7/2026).
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari jalan yang mulus atau gedung yang menjulang, tetapi juga dari masyarakat yang sehat dan terlindungi dari penyakit menular.
Menurutnya, penyusunan roadmap tersebut merupakan bagian dari visi Majalengka Langkung SAE, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kita tidak ingin kecolongan. Penanganan HIV/AIDS, TB, dan malaria harus dilakukan secara serius agar tidak menjadi fenomena gunung es, di mana masih banyak kasus yang belum terdeteksi,” tegas Eman.
Bupati mengingatkan, perang melawan penyakit tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan.
Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga medis, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai benteng pertama menjaga kesehatan.
Ia juga mengapresiasi berbagai program deteksi dini, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya sejak awal.
“Harapan saya sederhana, masyarakat Majalengka sehat. Tidak ada lagi malaria, penyebaran HIV/AIDS terus ditekan, dan TB bisa ditangani secara tuntas dengan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Majalengka, Taswara, memaparkan bahwa tren kasus HIV/AIDS di Majalengka terus menunjukkan penurunan, dari 203 kasus pada 2024, menjadi 148 kasus pada 2025, dan 97 kasus hingga pertengahan 2026.Kasus malaria juga terus menurun, dari 19 kasus pada 2024, menjadi 9 kasus pada 2025, dan kini tersisa 3 kasus hingga tahun 2026.
Untuk Tuberkulosis (TB), jumlah kasus yang ditemukan pada 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Namun, menurut pemerintah, hal itu menunjukkan semakin aktifnya kegiatan pelacakan dan penemuan kasus di lapangan sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan.
Melalui Roadmap 2026–2030, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap lahir langkah-langkah yang lebih terarah untuk mempercepat eliminasi malaria, mengendalikan tuberkulosis, menekan penyebaran HIV/AIDS, sekaligus menghapus stigma terhadap para penyintas.Sebab, kesehatan bukan sekadar urusan rumah sakit.
Ia adalah tentang menjaga harapan, merawat kehidupan, dan memastikan setiap warga Majalengka dapat menatap masa depan dengan lebih sehat, lebih kuat, dan lebih bermartabat.***



















