banner 728x250
Daerah  

Viral Dugaan BBM Kurang Takaran, Begini Kata Pengawas Perdagangan dan Manager Area SPBU Leuwimunding

banner 120x600
banner 468x60

AB CHANNEL – Di era media sosial, satu unggahan mampu menjalar lebih cepat daripada hembusan angin. Namun di balik setiap kabar yang viral, ada ruang yang harus diisi oleh fakta. Kamis, 23 Juli 2026.

Itulah yang terjadi setelah keluhan seorang netizen mengenai dugaan takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 34.454.16 Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka menjadi perbincangan publik.

banner 325x300

Merespons video yang beredar di media sosial, AB CHANNEL mendatangi lokasi SPBU, Dilokasi terlihat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Majalengka langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran ulang terhadap alat ukur di SPBU tersebut.

Manager Area SPBU 34.454.16, Kafilah Jamaludin, Kepada AB CHANNEL mengatakan pihaknya menyambut baik langkah tersebut sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Tadi pagi sudah ada Pertamina dan sekarang tengah dilakukan pengukuran oleh pengawas perdagangan Kabupaten Majalengka,” ujar Kafilah.

Pemeriksaan dilakukan melalui proses tera ulang guna memastikan akurasi alat ukur sesuai standar yang berlaku.

Disinggung sikap SPBU terkait unggahan yang menuding pihaknya mengurangi takaran, Manager Area itu mengatakan hal itu ada di ranah pihak berwajib.

Sementara itu, Boby Darmawan, SH, selaku petugas pengawasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majalengka, menyampaikan bahwa hasil pengujian menunjukkan takaran BBM di SPBU tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.

“Tadi kita sudah ukur dan hasilnya masih dalam batas toleransi,” ungkap Boby.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan secara langsung kepada instansi terkait apabila menemukan dugaan pelanggaran atau pelayanan yang dianggap tidak sesuai.

“Silakan masyarakat mengadu langsung jika ada keluhan terkait pelayanan maupun takaran BBM di SPBU, sehingga dapat segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook @Ghans Umar Ghans menjadi perhatian warganet.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaku membeli BBM dengan jumlah yang diduga tidak sesuai takaran.

Ia juga menyampaikan keluhan terhadap sikap salah seorang karyawan SPBU yang dinilainya kurang ramah saat dirinya menyampaikan protes.

Pemeriksaan yang dilakukan pemerintah menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan SPBU.

Di tengah derasnya arus informasi digital, setiap keluhan masyarakat tetap perlu ditindaklanjuti secara profesional, sementara setiap kesimpulan harus berpijak pada hasil pemeriksaan resmi agar kepercayaan tumbuh di atas fakta, bukan sekadar prasangka.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *