AB CHANNEL – Kabar meninggalnya Dede Suhamzah, warga Blok Pilang, RT 002/RW 005, Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, di Kamboja masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarganya.
Sang ibu, Nunung Nuryani, bahkan mengaku hingga kini belum bisa sepenuhnya percaya jika putranya telah meninggal dunia.
Keraguan itu bukan tanpa alasan. Nunung mengaku mendapatkan informasi bahwa Dede dinyatakan meninggal dunia pada 21 April 2026.
Namun, menurut Nunung, dirinya masih berkomunikasi dengan Dede dua hari setelah tanggal tersebut, tepatnya pada 23 April 2026.
Hal itu disampaikan Nunung saat diwawancarai langsung AB Channel di kediamannya, Rabu (9/9/2026). Sambil menunjukkan bukti komunikasi melalui sambungan WhatsApp dengan putranya, Nunung mengungkapkan keganjilan yang hingga kini belum mendapatkan jawaban.
“Saya meragukan karena tanggal dinyatakan meninggal 21 April 2026, sedangkan saya komunikasi sama anak saya terakhir tanggal 23 April 2026,” ujar Nunung.
Bukti komunikasi tersebut menjadi salah satu alasan Nunung masih berharap ada penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi putranya.
Keluar dari Pekerjaan Sebelum Hilang Kontak
Nunung menceritakan, Dede memang sempat keluar dari pekerjaannya sekitar 20 April 2026.
Meski demikian, setelah tidak lagi bekerja, komunikasi antara Dede dengan keluarga disebut masih berjalan normal.
Bahkan, Nunung mengatakan dirinya masih menerima komunikasi dari sang anak hingga 23 April 2026.
Setelah itu, komunikasi dengan Dede tiba-tiba terputus.
Sejak saat itulah keluarga mulai kehilangan kabar mengenai keberadaan Dede di Kamboja.
Diduga Jual HP karena Kehabisan Uang
Nunung memiliki dugaan tersendiri mengenai alasan anaknya tidak lagi berkomunikasi dengan keluarga.
Ia menduga Dede menjual telepon genggamnya setelah keluar dari pekerjaan dan kehabisan uang selama berada di Kamboja.
“Saya menduga dia keluar kerjaan terus kehabisan uang jadi HP-nya dijual,” ucap Nunung.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas asumsi keluarga dan belum diketahui kebenarannya.
Dede sendiri disebut berangkat ke Kamboja pada akhir 2024. Sebelum kehilangan kontak, komunikasi dengan keluarga masih berjalan dan Dede juga disebut rutin mengirimkan uang kepada keluarganya di Desa Gandawesi.
Ibu Minta Pemerintah Turun Tangan
Kini, Nunung hanya berharap ada kepastian mengenai kondisi sebenarnya yang dialami putranya.
Keraguan mengenai tanggal kematian dan adanya komunikasi setelah tanggal tersebut membuat keluarga membutuhkan penjelasan yang lebih terang.
Di tengah rasa kehilangan dan kebingungan, Nunung meminta pemerintah membantu mengungkap persoalan yang tengah dihadapinya.
Ia berharap ada upaya untuk memastikan identitas, kronologi, serta kepastian mengenai kabar meninggalnya Dede Suhamzah di Kamboja.
Bagi seorang ibu, kabar kematian tentu bukan sekadar informasi.
Nunung ingin satu hal: kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka saat ini dijabat oleh H. Solehudin S.Hut., M.Si saat dimintai tanggapan terkait kabar meninggalnya warga Gandawesi di Kamboja memberikan informasi jika pihaknya akan mendampingi perwakilan Kementerian Luar Negeri mengunjungi keluarga TKI.
“Hari ini yang dari Kemenlu mau mengunjungi keluarga korban, Bu kabid P3K2 yang mendampingi dari kemenlu ke keluarga kang,” ujar H. Solehudin melalui pesan WhastApp.***





















