Responsif
Daerah  

Tiga Kelompok Peternak Jabar Terima Bibit Sapi, Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Bibit sapi untuk peternak di Ciamis dan Sumedang

AB CHANNEL — Tiga kelompok peternak di Jawa Barat mendapat suntikan modal usaha berupa 24 ekor bibit sapi potong unggulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).

Bantuan tersebut tidak diberikan secara acak. Pemerintah menyeleksi kelompok peternak yang dinilai memiliki kesiapan kandang, ketersediaan pakan, serta kemampuan mengembangkan usaha pembibitan sapi.

Tiga kelompok yang dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan yakni Kelompok Ternak Tirta Mulya di Kabupaten Pangandaran, Kelompok Mekar Mandiri di Kabupaten Sumedang, dan Kelompok Karya Mekar I di Kabupaten Ciamis.

Masing-masing kelompok memperoleh 8 ekor sapi, terdiri dari 7 ekor betina dan 1 ekor jantan. Komposisi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan pembibitan dan memperbanyak populasi ternak di tingkat kelompok.

Kelompok Tirta Mulya, Pangandaran

Kelompok Ternak Tirta Mulya menjadi salah satu penerima bantuan di Kabupaten Pangandaran.

Penyerahan bibit sapi dilakukan di Kecamatan Padaherang pada Rabu (12/8/2026). Kelompok ini mendapatkan 8 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) dengan komposisi 7 betina dan 1 jantan.

Tirta Mulya dipilih setelah melalui proses verifikasi yang dilakukan pemerintah. Berdasarkan Berita Acara Hasil Verifikasi Kelompok Peternak tertanggal 27 Juli 2026, kelompok tersebut memperoleh nilai kelayakan 72,5.

Nilai tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kelompok memiliki kesiapan untuk menerima dan mengembangkan bibit sapi bantuan.

Kelompok Mekar Mandiri, Sumedang

Dari Pangandaran, bantuan selanjutnya diberikan kepada Kelompok Mekar Mandiri di Kabupaten Sumedang.

Penyerahan dilakukan di Desa Lebaksiuh pada Kamis (13/8/2026). Kelompok ini menerima 8 ekor sapi PO, terdiri dari 7 ekor betina dan 1 ekor jantan.

Dalam proses verifikasi, Mekar Mandiri memperoleh skor kelayakan 62,0.

Meski nilainya berada di bawah dua kelompok lainnya, kelompok tersebut tetap dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan. Salah satu pertimbangannya adalah kesiapan sarana peternakan serta potensi sumber daya pakan yang dimiliki.

Kelompok Karya Mekar I, Ciamis

Sementara di Kabupaten Ciamis, penerima bantuan adalah Kelompok Karya Mekar I.

Penyerahan dilakukan di UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong (BPPIBTSP) Ciamis pada Jumat (14/8/2026).

Berbeda dengan dua daerah sebelumnya, bibit yang diberikan kepada kelompok peternak di Ciamis merupakan Sapi Pasundan, salah satu rumpun sapi lokal kebanggaan Jawa Barat.

Karya Mekar I menerima 8 ekor sapi, terdiri dari 7 betina dan 1 jantan. Dalam proses verifikasi, kelompok ini memperoleh nilai kelayakan 72,5.

Pemilihan Sapi Pasundan untuk Ciamis dilakukan dengan mempertimbangkan potensi wilayah sekaligus upaya menjaga dan mengembangkan sumber daya genetik ternak lokal Jawa Barat.

Bukan Sekadar Bantuan Sapi

Kepala DKPP Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan, penyaluran bibit tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun pembibitan ternak yang kuat di masyarakat.

Penyerahan bantuan dikawal langsung oleh Linda bersama Kepala UPTD BPPIBTSP Ciamis, drh. Vidi Wulandari. Kegiatan tersebut juga dihadiri masing-masing kepala daerah di tiga kabupaten penerima.

Menurut Linda, pengembangan pembibitan yang dilakukan kelompok peternak diharapkan tidak berhenti pada pemeliharaan ternak, tetapi berkembang menjadi usaha budidaya yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Pembibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya berdaya saing di masyarakat yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak,” kata Linda, Rabu (19/8/2026).

Program tersebut merupakan implementasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengembangan Benih dan/atau Bibit Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Masyarakat.

Tiga Kelompok Lolos Verifikasi Ketat

Pemerintah menegaskan bahwa ketiga kelompok penerima telah melewati proses seleksi administratif dan verifikasi lapangan.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada kelompok yang mampu memelihara dan mengembangkan sapi secara berkelanjutan.

Salah satu aspek yang diperiksa adalah ketersediaan kandang dan sumber daya pakan. Kedua faktor tersebut menjadi penentu penting agar bibit sapi yang diberikan dapat tumbuh, berkembang biak dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok.

Dengan demikian, bantuan 24 ekor sapi tersebut bukan sekadar penambahan populasi ternak. Pemerintah menempatkannya sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat usaha peternakan masyarakat.

Jika pembibitan berjalan baik, sapi-sapi tersebut diharapkan berkembang menjadi populasi baru, memperkuat ketersediaan ternak, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota Tirta Mulya, Mekar Mandiri, dan Karya Mekar I.

Tiga kelompok peternak tersebut kini memegang amanah untuk membuktikan bahwa bibit sapi bantuan pemerintah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru dari desa.*** (Mukadi)

Sumber: Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *