Responsif
Daerah  

Jembatan Merah Putih Dibangun, Harapan Baru Petani Putridalem untuk Membawa Pulang Hasil Panen

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Merah Putih di Putri Dalem, Jatitujuh, Majalengka

AB CHANNEL — Bagi sebagian orang, jembatan mungkin hanya sebatas penghubung dua wilayah. Namun bagi para petani di Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, kehadiran Jembatan Merah Putih adalah harapan baru untuk membawa hasil panen dengan lebih mudah.

Harapan itu mulai menemukan bentuknya pada Kamis (20/8/2026), ketika peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih resmi dilakukan.

Jembatan tersebut akan menghubungkan jalur pertanian Desa Putridalem dengan Desa Pangkalan Pari. Selama ini, akses tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas warga, terutama para petani yang setiap hari harus keluar masuk lahan untuk mengolah dan mengangkut hasil pertanian.

Bagi petani, akses jalan bukan sekadar persoalan jarak. Jalan yang sulit dilalui bisa berarti waktu lebih panjang, biaya angkut lebih besar, bahkan risiko hasil panen rusak sebelum sampai ke tempat tujuan.

Karena itu, pembangunan jembatan ini disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat.

Kuwu Desa Putridalem, Endah Hendrawati, mengaku terharu karena akses yang selama ini dibutuhkan warga akhirnya mulai dibangun.

“Kami atas nama Pemerintah Desa dan warga Putridalem mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jembatan ini menghubungkan jalur pertanian antara Desa Putridalem dan Pangkalan Pari,” ujar Endah.

Menurutnya, jembatan tersebut nantinya bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan bagi roda perekonomian warga.

“Hadirnya Jembatan Merah Putih ini sangat membantu para petani dalam mengangkut hasil panen secara lebih cepat dan efisien, sehingga langsung berdampak pada peningkatan ekonomi warga kami,” katanya.

Peletakan batu pertama itu turut dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Camat dan unsur Forkopimcam Jatitujuh, perwakilan Yayasan Rillah Keluarga Muslim serta tokoh masyarakat.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menilai pembangunan Jembatan Merah Putih menjadi gambaran bagaimana persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kebersamaan.

“Pembangunan Jembatan Merah Putih ini dampaknya sangat positif dan luas bagi masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari kekuatan sinergitas serta kolaborasi antara Polri, Pemerintah Daerah, TNI, seluruh elemen masyarakat, serta dukungan dari Yayasan Rillah Keluarga Muslim,” ujarnya.

Kapolres berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga jembatan bisa secepatnya digunakan masyarakat.

Bagi Bupati Majalengka Eman Suherman, pembangunan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan warga terhadap akses transportasi yang lebih baik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Atas nama masyarakat, khususnya Desa Putridalem, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Kapolres beserta jajaran,” kata Eman.

Ia menilai keberadaan jembatan nantinya akan memberikan manfaat luas, bukan hanya bagi kelancaran lalu lintas, tetapi juga bagi keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di balik pembangunan Jembatan Merah Putih, ada cerita sederhana tentang warga yang ingin bekerja lebih mudah, petani yang ingin hasil panennya cepat sampai tujuan, dan masyarakat yang berharap akses antarwilayah tidak lagi menjadi penghambat.

Ketika jembatan itu kelak selesai dan mulai dilalui, yang berpindah di atasnya bukan hanya kendaraan atau hasil pertanian. Ada harapan warga Putridalem dan Pangkalan Pari yang ikut bergerak menuju kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Pembangunan ini pun diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung ketahanan pangan lokal, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup ketika masyarakat membutuhkan akses yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *