AB CHANNEL – Di balik kesibukan sebuah kampung di Blok Wage, Desa Beber, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, tersimpan mimpi besar seorang pemuda berusia 20 tahun. Rabu, 19 Agustus 2026.
Namanya Ahmad Karim Mustofa, namun di atas ring ia lebih dikenal dengan nama Karim Jr.
Putra pasangan Kartam dan Sunarsih itu kini bersiap menghadapi tantangan besar. Bukan lagi sekadar bertanding di level lokal, Karim akan naik ring menghadapi petinju dari luar negeri.
Karim dijadwalkan bertanding pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Cirebon, turun di kelas 75 kilogram elite senior. Lawannya adalah Syahmi, petinju asal Brunei Darussalam.
Bagi Karim, pertandingan tersebut bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan.
Ada nama keluarga yang ia bawa. Ada Desa Beber yang menjadi tempat ia tumbuh. Dan ada nama Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka yang ingin ia harumkan melalui setiap pukulan di atas ring.
Dari Gang Mawar, Membawa Harapan Majalengka
Karim tinggal di Gang Mawar 3, Blok Wage, RT 16/RW 05, Desa Beber.
Di usia yang masih muda, ia telah memilih jalan olahraga sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Kini, kesempatan besar datang. Ia akan berhadapan dengan lawan dari negara lain dalam sebuah pertandingan yang tentu menjadi pengalaman berharga bagi perjalanan kariernya.
Menjelang pertandingan, Karim tidak banyak bicara.
Ia hanya menitipkan satu permintaan kepada masyarakat Majalengka: doa dan dukungan.
“Doakan saya, agar bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Majalengka,” ucapnya singkat.
Kalimat sederhana itu menggambarkan beban sekaligus harapan yang ia bawa menuju ring.
Karim tahu, ketika bel pertandingan berbunyi nanti, yang berdiri di hadapannya adalah seorang petinju asal Brunei Darussalam.
Namun di belakang dirinya ada doa orang tua, keluarga, warga Desa Beber, dan masyarakat Majalengka yang berharap ia mampu memberikan penampilan terbaik.

Kebanggaan dari Desa Beber
Kepala Desa Beber, Hapidh Fachrudin, S.Pd., mengaku bangga melihat kiprah warganya yang mampu melangkah hingga ke pertandingan menghadapi petinju dari luar negeri.
Menurut Hapidh, pencapaian Karim menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Beber.
Ia bahkan memastikan akan turut hadir menyaksikan langsung pertandingan tersebut.
“Insyaallah hari minggu saya turut hadir menyaksikan pertandingan warga saya dengan petinju dari luar negeri, (Brunei Darussalam),” ungkap Hapidh kepada AB CHANNEL.
Bagi pemerintah desa, keberanian Karim untuk naik ke ring menghadapi petinju asing merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.
Sebab, prestasi seorang anak muda tidak lahir begitu saja. Ada latihan panjang, keringat, kedisiplinan, kegagalan, dan keberanian untuk terus mencoba.
Menanti Dukungan untuk Sang Petinju Muda
Hafidh berharap perjalanan Karim mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih luas, terutama dari Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Ia secara khusus berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Majalengka dapat memberikan dukungan terhadap atlet-atlet daerah yang sedang berjuang mengukir prestasi.
Harapan itu bukan semata-mata tentang pertandingan kali ini.
Lebih jauh, dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi para atlet muda Majalengka lainnya agar berani bermimpi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Minggu nanti, Karim Jr akan memasuki ring dengan satu tujuan: memberikan yang terbaik.
Di sana tidak ada lagi Gang Mawar 3, Blok Wage, atau jarak antara desa dan kota.
Yang ada hanya keberanian, disiplin, dan semangat seorang pemuda Majalengka yang ingin membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat sederhana.
Dan ketika bel pertama berbunyi, doa dari kampung halaman akan menjadi bagian dari langkahnya.*** (AB)





















