AB CHANNEL– Pemerintah Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Uji Kompetensi Teknis melalui penulisan makalah bagi calon pejabat Administrator, sebagai langkah akselerasi reformasi birokrasi serta pemantapan penerapan Sistem Merit yang objektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026 di SMK Negeri 1 Majalengka.
Uji kompetensi ini merupakan bagian dari mekanisme pengisian jabatan melalui Manajemen Talenta Kabupaten Majalengka yang terintegrasi dalam platform digital MATALENSA. Sebanyak 147 peserta yang hadir adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) pilihan yang telah lolos proses penyaringan ketat. Seluruh peserta berasal dari kuadran talenta tertinggi, yaitu Box 8 (Kinerja Sedang – Potensi Tinggi) dan Box 9 (Kinerja Tinggi – Potensi Tinggi), yang bersaing untuk mengisi 27 lowongan Jabatan Administrator yang tersedia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka menegaskan kegiatan ini menandai berakhirnya era subjektivitas dalam penempatan jabatan di lingkungan pemerintah daerah. “Terpilihnya peserta di tahapan ini murni didasarkan pada rekam jejak, kualifikasi, potensi, dan kinerja yang telah divalidasi secara objektif dan digital melalui sistem merit MATALENSA. Ini adalah komitmen penuh Pemkab Majalengka untuk membangun birokrasi profesional yang bebas intervensi subjektif,” ujarnya.
Sejalan dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 411, pengisian Jabatan Administrator memerlukan penilaian kompetensi teknis khusus. Komite Talenta menetapkan bobot penilaian akhir sebagai berikut:
- Nilai Talenta dari aplikasi MATALENSA: 60%
- Nilai Uji Kompetensi Teknis Penulisan Makalah: 40%
Dalam uji ini, peserta diminta menyusun gagasan, inovasi, dan strategi konkret dengan tema utama: “Strategi, Inovasi, dan Rencana Aksi dalam Mendukung Capaian Visi dan Misi Bupati Majalengka”.
Pemkab Majalengka memandang Jabatan Administrator – yang meliputi posisi Kepala Bidang maupun Kepala Bagian – sebagai motor penggerak krusial birokrasi, yang bertugas menerjemahkan visi makro pimpinan daerah menjadi langkah taktis dan solusi nyata di lapangan.
”Komite Talenta tidak mencari naskah yang hanya tebal secara teori. Kami butuh pemikiran yang rasional, inovatif, aplikatif, serta mencerminkan kesiapan pejabat untuk langsung bekerja memotong sumbatan birokrasi, demi mewujudkan pelayanan publik prima menuju Majalengka Langkung Sae,” tambahnya.
Reporter: Aris


















