Responsif
Daerah  

Tono Suntana Didapuk Bacakan Teks Proklamasi, Upacara HUT RI ke-81 di Ligung Semakin Bergetar

AB CHANNEL – Suasana upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, terasa semakin khidmat dan menggetarkan ketika Tono Suntana, yang akrab disapa Kuwu Otoy, anggota DPRD Majalengka dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), didapuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, Tono membacakan teks bersejarah yang menjadi tonggak lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

Setiap kalimat Proklamasi seolah membawa peserta upacara kembali pada suasana 17 Agustus 1945, ketika para pendiri bangsa menyatakan kemerdekaan Indonesia setelah melewati perjalanan panjang, penuh pengorbanan, air mata dan perjuangan.

Momen tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni upacara. Pembacaan Proklamasi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini dibangun di atas perjuangan para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raga.

Di tengah suasana khidmat, semangat Merah Putih kembali terasa begitu kuat.

Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Ligung pun menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?

Sebab nasionalisme tidak cukup hanya ditunjukkan melalui upacara, pengibaran bendera atau kemeriahan perayaan 17 Agustus.

Nasionalisme harus hidup dalam setiap langkah kehidupan masyarakat.

Menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, membantu sesama, menjaga lingkungan, bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah merupakan bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.

Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan mempertaruhkan nyawa, maka generasi hari ini memiliki tugas meneruskan perjuangan tersebut melalui karya dan pengabdian.

Di Ligung, suara Proklamasi kembali menggema.

Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menyalakan kembali kesadaran bahwa kemerdekaan memiliki tanggung jawab yang harus dijaga bersama.

Merah Putih telah berkibar selama 81 tahun. Tugas kita bukan hanya melihatnya berkibar, tetapi memastikan semangat di balik warna merah dan putih itu tetap hidup dalam persatuan, pengabdian dan kecintaan kepada Indonesia.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *