Responsif

Merah Putih Dibagikan ke Pengguna Jalan: Majalengka Kobarkan Semangat Nasionalisme Jelang HUT ke-81 RI

Bupati Majalengka bagikan bendera merah putih

AB CHANNEL — Merah Putih sore itu tidak hanya berkibar di tiang-tiang halaman kantor pemerintahan. Ia turun ke jalan, berpindah dari tangan para pemimpin daerah, TNI-Polri dan elemen masyarakat, menuju tangan warga yang melintas di jantung Kota Majalengka.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat membagikan bendera Merah Putih kepada warga di kawasan Jalan KH Abdul Halim, sekitar Alun-alun Majalengka, Rabu (11/8/2026) sore.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman bersama Forkopimda, jajaran OPD, Kodim 0617/Majalengka, Polres Majalengka serta LSM GMBI Distrik Majalengka turun langsung menyapa masyarakat dan membagikan bendera kepada para pengendara maupun warga yang melintas.

Bendera-bendera itu hadir dalam berbagai ukuran. Namun pesan yang dibawanya sama: menghidupkan kembali rasa cinta Tanah Air dan menguatkan semangat persatuan menjelang 81 tahun Indonesia merdeka.

Merdeka Bukan Sekadar Upacara

Bagi Pemkab Majalengka, kemerdekaan bukan sekadar peringatan tahunan yang ditandai upacara dan perlombaan.

Kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dirawat melalui persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Bupati Eman Suherman mengatakan pembagian bendera tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami bersama OPD, Kepolisian, TNI dan sahabat-sahabat Ormas/LSM GMBI membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat, terutama yang melintas di jalur utama Kota Majalengka,” ujar Eman.

Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi ruang untuk memperkokoh persatuan sekaligus menjaga kondusivitas daerah.

Di tengah beragam perbedaan yang ada, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba oleh kepentingan yang dapat merusak persaudaraan.

“Jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah diadu domba. Mari jadikan HUT Kemerdekaan RI sebagai momentum membangun kekeluargaan, kekompakan dan kebersamaan. Jaga NKRI,” tegasnya.

Dari Tangan ke Tangan, Dari Hati ke Hati

Ada sesuatu yang sederhana dalam kegiatan tersebut.

Sebuah bendera diberikan kepada seorang pengendara. Kemudian dibawa pulang, dipasang di depan rumah, dikibarkan di lingkungan masyarakat, atau menjadi bagian dari semarak bulan kemerdekaan.

Namun dari benda sederhana itulah pesan kebangsaan kembali disampaikan.

Merah adalah keberanian. Putih adalah kesucian. Dan keduanya menyatu dalam satu lambang yang telah menjadi saksi panjang perjalanan bangsa Indonesia.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembagian bendera bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat.

Semangat kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

10 Juta Bendera untuk Indonesia

Kepala Kesbangpol Kabupaten Majalengka Iding Solehudin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih.

Ia mengajak masyarakat, instansi pemerintah, sektor swasta hingga pemerintahan desa untuk mengibarkan Merah Putih sepanjang Agustus.

Bukan semata untuk menghiasi jalan dan halaman rumah, tetapi sebagai wujud nyata kecintaan kepada Tanah Air.

Sementara itu, Ketua LSM GMBI Distrik Majalengka A. Suharjo alias Zapra menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung kegiatan yang memperkuat nasionalisme dan persatuan.

Ketika Merah Putih Menyatukan Kita

Sore semakin berjalan ketika bendera-bendera itu dibagikan satu per satu.

Tidak ada sekat antara pejabat dan warga. Tidak ada jarak antara seragam TNI-Polri, aparatur pemerintahan, organisasi masyarakat dan masyarakat yang melintas.

Semuanya bertemu dalam satu warna.

Merah dan putih.

Bagi Majalengka, bendera yang berpindah dari tangan aparat kepada warga bukan sekadar selembar kain.

Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan tidak lahir dengan mudah. Ada pengorbanan, darah, air mata dan perjuangan panjang para pendahulu bangsa yang menjadikan Merah Putih sebagai simbol kedaulatan.

Kini, tugas generasi hari ini bukan lagi mengangkat senjata di medan perang.

Tugasnya adalah menjaga persatuan, merawat toleransi, memperkuat gotong royong, menjaga kedamaian dan memastikan Indonesia tetap berdiri tegak sebagai rumah bersama.

Dari jalanan Kota Majalengka, pesan itu kembali dikibarkan:

Merah Putih bukan hanya untuk dikenang. Ia harus terus dijaga, dihormati dan dicintai.

Karena 81 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar angka dalam kalender, melainkan perjalanan panjang yang harus diteruskan bersama.*** (Azis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *