AB CHANNEL — Aktivitas pemakaman di Blok Danaraja, Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, tiba-tiba membuka sebuah cerita yang jauh lebih tua dari usia siapa pun yang tinggal di sana.
Bukan emas. Bukan benda berharga. Hanya bata-bata tua yang selama ini diam terkubur di dalam tanah.
Namun ukurannya yang lebih besar dibandingkan bata modern, ditambah susunannya yang terlihat rapi, membuat temuan itu menyimpan pertanyaan besar: bangunan apa yang pernah berdiri di tanah Ligung pada masa lalu?
Temuan tersebut muncul ketika Apid, kuncen Kompleks Makam Buyut Giwang yang berada di kawasan pemakaman umum Blok Danaraja, menggali liang kubur.
Saat cangkul menembus tanah, bukan hanya tanah yang terangkat. Bata-bata dengan bentuk dan ukuran tidak lazim ikut muncul dari kedalaman.
Dan ternyata, itu bukan kali pertama.
Ketua Group Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana, atau yang akrab disapa Kang Naro, mengatakan laporan mengenai temuan bata kuno tersebut telah diterimanya sekitar setahun lalu dari Apid.
“Menurut Pak Apid, temuan ini sudah lama. Setiap kali menggali kuburan selalu ditemukan bata-bata kuno. Kadang tersusun seperti pagar, lantai, bahkan ada bangunan melingkar seperti meja,” ujar Naro, Kamis (13/8/2026).
Bagi orang yang sedang menggali makam, menemukan bata mungkin dianggap sebagai hambatan. Tetapi bagi pemerhati sejarah, bata-bata itu justru seperti potongan puzzle yang tiba-tiba muncul dari tanah.
Rasa penasaran akhirnya membawa Naro datang langsung ke lokasi.
Ia mengamati bata-bata yang ditemukan dan melihat adanya perbedaan karakter dibandingkan material bangunan masa kini. Dari sana, pertanyaan semakin panjang.
Apakah bata-bata tersebut merupakan bagian dari rumah atau permukiman masyarakat masa lalu? Apakah pernah berdiri bangunan penting di kawasan itu?
Atau mungkinkah struktur tersebut memiliki kaitan dengan bangunan keagamaan pada masa lampau?
Belum ada jawaban. Dan justru karena itulah temuan tersebut menjadi penting untuk diteliti.
Dari Liang Kubur ke Penelitian
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka untuk mendapatkan penelusuran lebih lanjut.
Rabu (12/8/2026), tim Bagian Kebudayaan Disparbud Majalengka bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) turun langsung ke lokasi.
Peninjauan tersebut kembali menemukan indikasi struktur bata kuno. Kali ini, susunan bata ditemukan di sekitar galian sumur yang berada tidak jauh dari rumah warga.
Bata-bata tersebut terlihat memanjang. Dari pengamatan awal di lapangan, susunannya disebut menyerupai struktur benteng.
Sejumlah sampel bata kemudian diambil dan dibawa ke Disparbud Majalengka untuk menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah itu menjadi penting karena dugaan mengenai usia dan fungsi bangunan tidak bisa hanya ditentukan dari bentuk bata.
Diperlukan penelitian dan kajian arkeologis untuk mengetahui konteks sebenarnya.Naro sendiri berharap proses tersebut tidak berhenti pada pengambilan sampel.
“Harapan saya, temuan ini segera ditindaklanjuti untuk dilakukan penelitian dan identifikasi. Apakah ini sisa bangunan penduduk zaman dulu atau sisa reruntuhan candi,” katanya.
Mengapa Disebut Menarik?
Ada beberapa hal yang membuat temuan tersebut menarik perhatian.
Menurut Naro, pada susunan bata yang ditemukan tidak terlihat sisa kapur, adukan pasir maupun semen yang lazim dijumpai pada sejumlah konstruksi bangunan yang lebih modern.
“Kalau bekas bangunan penduduk atau bangunan Belanda biasanya terdapat sisa kapur atau adukan pasir dan semen. Ini susunan batanya tidak ditemukan sisa adukan, hanya bata-bata yang disusun layaknya bangunan candi,” ujarnya.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas pengamatan awal. Belum bisa disimpulkan bahwa struktur itu adalah candi.
Belum pula bisa dipastikan bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan kerajaan atau peradaban tertentu. Semua kemungkinan masih terbuka.
Dan di sinilah peran penelitian menjadi sangat penting agar cerita yang lahir dari tanah tidak berubah menjadi kesimpulan yang terburu-buru.
Sungai dan Jejak Kehidupan Masa Lalu
Ada satu hal lain yang membuat kawasan ini menarik untuk ditelusuri. Lokasi temuan berada tidak jauh dari pertemuan aliran Sungai Cimanuk dan Sungai Cikeruh.
Dalam sejarah perkembangan peradaban, sungai sering menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Air dibutuhkan untuk bertahan hidup, sementara sungai juga dapat menjadi jalur pergerakan manusia dan barang serta ruang tumbuhnya permukiman.
Karena itu, keberadaan struktur bata kuno di kawasan Ligung menjadi semakin menarik untuk dikaji.
Bisa jadi, tanah yang hari ini menjadi kawasan permukiman dan pemakaman warga pernah menjadi bagian dari ruang kehidupan masyarakat pada masa yang jauh lebih tua.
Tetapi sekali lagi, semuanya masih berupa kemungkinan. Sejarah membutuhkan bukti. Dan bukti itu kini sedang dicari.
Sebuah Cerita yang Belum Selesai
Hari ini, sebagian bata yang ditemukan warga telah berada di tangan Disparbud Majalengka.
Benda yang selama puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun, diam di bawah tanah itu kini menjadi saksi bisu yang sedang diperiksa.
Tidak ada suara dari bata-bata tersebut. Tidak ada tulisan yang langsung menjelaskan siapa yang menyusunnya.
Tidak ada prasasti yang serta-merta menjawab pertanyaan. Yang ada hanyalah bentuk, susunan, lokasi, dan konteks yang harus dibaca dengan hati-hati oleh para ahli.
Sementara itu, kehidupan di Blok Danaraja tetap berjalan. Warga masih beraktivitas. Orang-orang masih melewati tanah yang sama.
Dan di bawah langkah kaki mereka, mungkin masih tersimpan bagian lain dari cerita yang belum ditemukan.
Sebab temuan bata kuno ini barangkali bukan akhir dari sebuah penemuan.
Justru bisa menjadi awal dari perjalanan untuk mengungkap siapa yang pernah hidup, membangun, dan meninggalkan jejak di tanah Ligung.
Kini pertanyaannya bukan lagi sekadar, “Bata siapa ini?”
Tetapi pertanyaan yang jauh lebih besar:
Peradaban apa yang pernah berdiri di tanah Ligung, Majalengka?
Jawabannya masih terkubur.
Dan mungkin, sejarah Majalengka sedang menunggu untuk dibangunkan kembali—satu bata, satu struktur, dan satu penelitian pada satu waktu.*** (AB)





















