AB CHANNEL — Pagi yang semula berjalan seperti biasa di Blok Cimara, Desa Malongpong, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kepulan asap dan kobaran api muncul dari bagian dapur rumah milik Nendi Sunendi Bin A Sakur, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 07.45 WIB.
Api diduga bermula dari tungku tradisional berbahan bakar kayu yang digunakan Titi Siti Yanti, istri pemilik rumah, untuk merebus keripik gadung.
Saat proses memasak berlangsung, Titi meninggalkan tungku sejenak untuk menjemur keripik gadung yang telah direbus. Tanpa disadari, tungku yang masih menyala kemudian menjadi sumber petaka. Api diduga merambat dari tungku menuju bagian dapur hingga atap rumah.
Begitu menyadari adanya kebakaran, Titi segera memberi tahu Luthfi Alfiansyah Bin Nendi Sunendi. Kabar itu pun dengan cepat menyebar kepada warga sekitar.
Tanpa banyak berpikir, warga berdatangan. Mereka bergotong royong berusaha memadamkan api secara manual agar kobaran tidak menjalar lebih jauh ke bagian rumah lainnya.
Di tengah kepanikan tersebut, Pemerintah Desa Malongpong segera berkoordinasi dengan Polsek Maja, Koramil 1702 Maja, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Majalengka.
Personel Polsek Maja yang menerima laporan juga langsung bergerak menuju lokasi. Kehadiran polisi bukan hanya untuk melakukan penanganan, tetapi juga memastikan situasi tetap aman dan membantu warga mengendalikan keadaan.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Maja AKP Aas Guntara, S.H., mengapresiasi respons cepat warga dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Bersama warga, pemerintah desa, dan unsur terkait, kami berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Setelah api berhasil dipadamkan secara manual, petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan,” ujar AKP Aas Guntara.
Upaya bersama itu akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas. Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Rumah dengan bagian dapur berukuran sekitar 5 x 10 meter itu memang sempat membuat warga khawatir. Namun, di tengah kepanikan, kepedulian warga justru menjadi kekuatan.
Mereka datang membawa apa yang bisa digunakan untuk memadamkan api. Ada yang membantu menyiram, ada yang menghubungi aparat, sementara lainnya memastikan lingkungan sekitar tetap aman.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa api kecil dari tungku pun dapat berubah menjadi ancaman besar apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.
Di Malongpong pagi itu, bukan hanya api yang terlihat. Ada pula semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian warga—bahu-membahu menjaga rumah tetangga agar musibah tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Personel Polsek Maja yang turut berada di lokasi antara lain Kapolsek Maja AKP Aas Guntara, S.H., serta Kanit Intelkam Polsek Maja Aiptu Agus Susanto.*** (Mukadi)





















